Sinopsis Majalah “Kebijakan Semata”

Majalah Agrica “Kebijakan Semata” Edisi XXVIII/Tahun XXX/2016 mengusung tema “Kebijakan Stabilitas Pangan”. Majalah pertanian ini menyoroti berbagai kebijakan yang diterapkan untuk mempertahankan stabilitas pangan. Baik kebijakan dalam skala lokal maupun kebijakan nasional yang diterpakan pada wilayah Barlingmascakeb.

Tema yang berkaitan dengan kebijakan dan pangan membuat pembaca tak harus berasal dari latar belakang pertanian. Seperti yang diketahui, pangan menjadi hajat hidup orang banyak, bahkan pemerintah menempatkan perhatian khusus pada sektor ini. Tak hanya terkait jumlah produksi untuk pemenuhan pangan, fluktuasi harga menjadi lumrah diperdebatkan di ranah publik. Dikemas dengan bahasa dan tampilan yang menarik, segenap isu mengenai kebijakan pangan disajikan dalam beberapa konten majalah ini baik berupa berita, opini, dan rubrik lainnya.

Menilik pada berita utama, disajikan berbagai kebijakan ketahanan pangan. Pertama, terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kebijakan yang dicanangkan sejak 2009 pun belum dapat terlaksana di semua wilayah. Kabupaten Banyumas misalnya, hingga 2016 Perda LP2B belum juga rampung dibuat. Berita selanjutnya membahas mengenai program Raskin yang telah lama diterapkan di Indonesia kini akan diperbarui sistemnya dengan E-voucher. Pada sisi sarana produksi, distribusi pupuk yang selalu bermasalah menjadi berita utama lainnya yang membahas pula terkait sosialisasi kartu tani. Alat dan mesin pertanian (Alsintan) dibahas dalam berita utama ke empat dengan menyajikan permasalahan kesulitan akses petani untuk mendapatkan bantuan Alsintan dari pemerintah.

Berita utama terkait kebijakan pangan dalam majalah ini didukung dengan rubrik  lainnya. Wawancara khusus dengan Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Prof. Achmad Suryana menjadi main focus diskusi dan edukasi mengenai kondisi ketahanan pangan di Indonesia serta langkah-langakah penyempurnaannya.  Pembaca juga akan disajikan rubrik khusus yang menguak sisi lain kebijakan dunia pertanian. Selain itu rubrik teknologi dan info pangan hadir sebagai wacana edukasi bagi pembaca. Khusus potensi wilayah Banyumas, diungkap melalui rubrik teropong Banyumas.

Opini dari ahli, akademisi, dan alumni mengenai kebijakan ketahan pangan menjadi penyeimbang berita-berita yang dimuat majalah ini. Rubrik foto esai mengenai industri tahu kemudian menjadi jeda menarik di tengah majalah yang disajikan melalui foto-foto berkualitas. Dalam majalah ini terdapat pula info grafik berbagai data pendukung berita yang disajikan secara apik dan menarik untuk memudahkan pembaca. Sebagai penyegar di bagian akhir majalah, terdapat rubrik sastra yang mampu memaknai ketahanan pangan dari sisi yang berbeda.

Majalah ini sangat cocok bagi semua kalangan baik yang berkecimpung dalam dunia pertanian, maupun sektor lainnya. Majalah ini mampu menghadirkan info-info edukatif dan analisis bagi berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pangan. Agar tak hanya menjadi objek kebijakan yang pasif, majalah ini mampu mengedukasi pembaca terkait bagaimana penerapan kebijakan seharusnya dilaksanakan.

Print Friendly, PDF & Email