Selamatkan Manusia

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11

Setiap tanggal 22 April setiap tahunnya orang-orang membuat poster, selebaran, spanduk, karikatur, bahkan status, baik di media cetak maupun online tentang hari bumi. Kita pasti selalu melihat tulisan seperti “Happy earth day! Save our earth!. Ya itu berarti maknanya adalah ‘’Selamat hari bumi! Selamatkan bumi kita!’’ Berarti orang orang tersebut membicarakan tentang ingin menyelematkan bumi. Jika dipikir-pikir siapa sebenarnya yang terancam? Bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi jika nantinya bumi sudah rusak dan hancur, tentu kita sebagai manusia sudah tidak ada di muka bumi.

Lebih jelasnya, jika di buka di KBBI, kata “save our earth atau selamatkan bumi kita!” berarti membebaskan, menghindarkan, menolong bumi agar selamat dari bencana. Menurut Saya ini adalah sebuah diksi yang salah. Mengapa?

Bumi merupakan tempat makhluk hidup berpijak yang harus dijaga dan kita rawat. Karena bumi adalah satu-satunya tempat di seluruh alam semesta yang bisa ditinggali dan mendukung keberlangsungan hidup makhluk hidup. Jika bumi sudah rusak karena bencana, artinya sudah tidak bisa lagi ditinggali makhluk hidup, manusia pasti sudah musnah juga kita hari itu. Lalu bagaimana kita mau menyelamatkan bumi? Untuk saat ini bumi tidak sedang dalam bahaya atau setidaknya belum ada bahaya atau bencana yang mengancam kehancuran bumi. Bahaya dan bencana itu hanya khayalan manusia saja artinya belum tentu terjadi. Nasa telah memperkirakan sebuah asteroid bernama ‘Apophis’ dengan lebar sekitar 390 meter diprediksi besar kemungkinan akan menabrak bumi pada 2036 dan melepaskan energi bom atom lebih dari 1.000 kali seperti diledakkan di Hiroshima. Ribuan kilometer persegi wilayah bumi akan langsung hancur. Berita tersebut masih dalam pendugaan pikiran manusia saja. Jika hal itu benar terjadi tentu saja manusia akan musnah duluan karena tempat tinggalnya sudah hancur karena bencana.

Menurut Saya, kalimat yang tepat bukan ‘’selamatkan  bumi’’ tetapi ‘’selamatkanlah manusia”. Manusialah yang perlu diselamatkan, kita tidak ada daya untuk menyelamatkan bumi setelah kehancurannya sebab manusia sudah hancur dahulu sebelum bumi hancur. Setidaknya yang bisa manusia lakukan hanyalah merawat dan menjaga bumi agar tetap nyaman bagi kita dan anak cucu nantinya untuk ditinggali. Selamatkanlah manusia melalui sadarkan pikiran dan tindakannya terhadap hal yang mereka lakukan terhadap bumi, tempat tinggal kita.

Artinya, jika kita merawat bumi ini sebenarnya bukan sedang menyelamatkan bumi tetapi sedang berusaha menyelamatkan umat manusia agar tidak musnah. Tindakan kita seperti membuang sampah sembarangan, memproduksi asap polusi, menebangi hutan tanpa reboisasi, dan lain-lain  bukanlah tindakan yang menyebabkan kerusakan atau kehancuran bumi. Hal tersebut hanya membuat bumi sebagai tempat tinggal menjadi tidak nyaman ditinggali sebab pasti akan terjadi banjir, polusi, pemanasan global, menimbulkan wabah penyakait, dan lain-lain. Sementara tempat tinggal makhluk hidup, bumi, tetap kokoh berdiri hingga waktu yang ditentukan oleh Sang Pencipta, Tuhan Sejagat Raya. Maka dari itu sebagai makhluk hidup yang tidak ingin tempat tinggalnya menjadi tidak nyaman mulailah merawat lingkungan dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang hutan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Hal kecil yang dianggap sepele ini lah justru menjadi hal besar apabila kita abaikan.

‘’Aku tidak ingin melakukan terhadap alam seperti apa yang tidak aku ingin kan dari alam terhadap ku. Di lain pihak, aku ingin melakukan terhadap alam seperti apa yang aku ingin kan dari alam terhadap ku,’’ mari rawat dan jaga bumi kita.

 

*Nindya Dwi Setiawati, Mahasiswa Agroteknologi 2014

sumber foto : Kabarnews.com

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11

Komentar

Orang berkomentar