Sekelumit OSMB PADI 2015

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

27 Agustus 2015 mungkin menjadi hari biasa bagi sebagian besar orang, namun tidak bagi mantan panitia ospek (red: OSMB PADI 2015). Hari itu mestinya menjadi hari pertama kegiatan OSMB PADI 2015 yang berubah nama menjadi PKKMB berdasarkan Surat Edaran RISTEKDIKTI 01/DJ-Belmawa/SE/VII/2015. Namun, itu tidak lagi setelah kata WO (Walk Out) terucap oleh Triyo Setyo Guntoro, selaku ketua OSMB PADI. Ironis! Memangnya mahasiswa baru akan hidup dengan dosen? Bukankah interaksi di dunia kampus lebih didominasi dengan mahasiswa lain daripada dosen? Siapakah orang pertama yang akan dimintai tolong ketika berada dalam kesulitan?

Bukan tanpa alasan, konsep panitia tidak seluruhnya diterima dan alur pun berantakan. Bahkan tidak semua panitia turun menyebabkan wacana WO. Kata WO terlontar setelah Wakil Dekan Bidang Akademik, menyalahi kesepakatan pada saat menyampaikan sambutan pada TM PKKMB.  Padahal, sebelumnya panita mahasiswa dan birokrat sudah mencapai kata sepakat. Lucu bukan? Mungkin cangkriman dalam bahasa jawa, guru = digugu lan ditiru sudah tidak relevan lagi. Toh, birokrasi pun mengajarkan perilaku yang kurang baik untuk ditiru. Kata-kata “Birokrat penghianat” pun sudah santer didengar dikalangan mahasiswa.

Seperti tidak ingin tinggal diam, pada Selasa, bertebaran lah selebaran tulisan kekecewaan mahasiswa di Kampus Pertanian. Sebuah gambaran kekecewaan dan perasaan tidak terima mahasiswa atas kecurangan ini. Ospek yang selama ini mampu dijalankan dengan berdampingan antara mahasiswa dan birokrasi pun tidak terjadi di tahun 2015. Jangan tanya bagaimana hubungan antara kedua belah pihak. Sakit hati yang begitu dalam pada 206 orang panitia mahasiwa yang sudah berproses selama 3 bulan, tak mampu terelakkan lagi.

Dekan Fakultas Pertanian meminta maaf melalui Ketua Panitia dan Presiden BEM KEMA Fakultas Pertanian. Tak hanya itu, Dekan menawarkan kerjasama lagi. Tapi apakah maaf mampu mengembalikan keadaan? Toh kalaupun tidak WO panitia mahasiswa hanya menjadi kacung birokrat.

Pada Surat Edaran RISTEKDIKTI memang disebutkan bahwa PKKMB merupakan program institusi, bukan program mahasiswa. Namun, itu bukanlah alasan untuk membatasi ruang gerak mahasiswa sebagai kakak yang akan berhadapan langsung dengan maba. Bukankah dalam suratnya juga ditegaskan bahwa mahasiswa juga merupakan salah satu penyelenggara, bukan pembantu penyelenggara?

Aih, sudah lah. Mungkin pernyataan sebuah situs yang mengatakan bahwa Unsoed masuk dalam 10 besar universitas yang paling aktif kegiatan mahasiswanya perlu di-cross check lagi. Toh ospek tahun ini menjadi bukti pembatasan kegiatan mahasiswa.

Oleh: Nisa Lutfiana

(Reporter LPM Agrica)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar