Sehat Fisik dan Mental

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mulai tahun 1950 tanggal 7 April setiap tahunnya diperingati Hari Kesehatan Dunia. Hari Kesehatan Dunia diselenggarakan untuk memperingati pendirian WHO dan sebagai kesempatan menarik untuk menyadari masalah-masalah besar kesehatan global setiap tahunnya. Tahun ini, masalah global yang diusung oleh WHO adalah mengenai depresi dan sejumlah gangguan mental lainnya.

Depresi merupakan salah satu penyakit atau gangguan yang ditandai oleh kesedihan yang terjadi secara terus menerus dan kehilangan ketertarikan terhadap suatu aktivitas yang biasanya disukai, hal ini bersamaan dengan ketidakmampuan untuk mengerjakan aktivitas sehari hari.

Depresi dapat dialami oleh berbagai usia, semua lapisan masyarakat diseluruh dunia. Kemungkinan terjadinya depresi dapat membesar akibat kemiskinan dan kelaparan, pemutusan hubungan kerja, bullying, kehilangan seseorang yang berharga atau putusnya jalinan asmara, sakit fisik, dan pengaruh akibat alkohol dan minuman keras yang notabene dianggap sebagai “jalan pintas penyembuh depresi” yang malah memperparah depresi seseorang.

Kita sebagai mahasiswa pun sering mengalami depresi, depresi yang dialami mahasiswa dapat berasal dari kendala akademik dan hubungan sosial antar mahasiswa. Contoh kendala akademik seperti susah mendapatkan IP yang bagus, jenuh laporan dan praktikum, hingga tidak bisa mengikuti kuliah dengan baik. Contoh depresi dari hubungan sosial antar mahasiswa adalah senioritas, kompetisi untuk mendapatkan prestasi, hingga kompetisi mendapatkan pujaan hati.

Sebenarnya, depresi dapat dicegah dan disembuhkan. Kita sebagai mahasiswa bisa bercerita dengan sahabat, dengan cerita apa yang dirasakan dapat mengurangi beban yang membuat depresi. Beribadah juga dapat membuat mindset menjadi lebih luas dan akan mengurangi depresi yang sedang di alami. Luangkan waktu untuk bermain ataupun sekedar berjalan jalan dengan keluarga, sahabat, atau orang yang disayang juga menjadi cara untuk mengurangi kejenuhan dalam bekerja dan aktivitas sehari-hari yang mengakibatkan depresi. Membaca buku dan melakukan kegiatan sosial juga membuat timbulnya banyak interaksi dengan orang baru sehingga bisa melupakan apa yang membuat depresi

Kesehatan tak melulu mengenai kesehatan fisik, tetapi kesehatan mental pun juga perlu perhatian lebih. Pemahaman yang baik mengenai apa itu depresi dan bagaimana cara untuk mencegah dan mengobatinya dapat menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan pertolongan untuk mengurangi efek buruk dari depresi. Sesungguhnya tidak ada obat yang lebih baik untuk mengurangi depresi seseorang selain dukungan dari keluarga, sahabat, dan orang orang terdekatnya. Pernahkah mendengar istilah “Mens sana in corpore sano”? Mens sana in corpore sano, adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya adalah “Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.” Maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga. Begitu pula sebaliknya.

 

Brianne Emmera Farhanissa *Mahasiswa Agroteknologi 2014

sumber foto : www.who.int

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar