Radio (Kembali) Membangun Toleransi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2011

Peringatan hari radio nasional tentu jarang didengar oleh khalayak ramaiBelum banyak yang mengetahui bahwa 11 September diperingati sebagai Hari Radio Nasional. Peringatan Hari Radio Nasional ini berkaitan dengan berdirinya Radio Republik Indonesia pada 11 September 1945, tidak lama setelah Indonesia menyuarakan kemerdekaannya.

Perkembangan radio di Indonesia diawali oleh berdirinya Batavia Radio Vereniging (BRV) yang berdiri pada 16 Juni 1925 di Batavia (kini Jakarta). Seiring berjalannya waktu, radio terus berkembang dan bermunculan. BRV berdiri, mulai bermunculan badan-badan radio siaran lainnya, seperti Nederlandsch Indische Radio Omroep Masstchapyj (NIROM) di Jakarta, Bandung dan Medan, Sollosche Radio Vereniging (SRV) di Solo, Mataramse Vereniging Voor Radio Omroep (MAVRO) di Yogyakarta, Vereniging Oosterse Radio Luisteraars (VORL) di Bandung, dan masih banyak lagi di daerah-daerah lainnya.

Di era saat ini, radio merupakan platform yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat karena munculnya platformplatform lain yang lebih mudah diakses dan menarik. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat orang-orang yang bekerja di dalamnya. Pada Hari Radio Nasional ke-74 ini, Radio Republik Indonesia (RRI) mengusung tema ‘Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi’. Pemilihan tema ini dimaksudkan supaya Indonesia tidak terbelah, karena Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika adalah yang terbaik. Tema ini diangkat oleh LPP RRI sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini. Dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini yang membuktikan bahwa negara kita minim toleransi.

Tahun 2019, Indonesia mendapatkan berbagai tantangan penuh arti dalam menghadapi perbedaan. Semakin bertambahnya waktu, sikap toleransi perlahan berkurang bahkan dapat disebut menghilang, sehingga masyarakat mulai cenderung ingin menang sendiri dengan kepentingan pribadinya tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Kehidupan sosial yang seharusnya memiliki peranan penting, sekarang seakan-akan tidak diperlukan lagi menjadi sebuah pembahasan yang perlu dipelajari.

Saat ini, kita dapat dengan mudahnya melihat postingan-postingan masyarakat Indonesia yang merendahkan suatu golongan, suku, pandangan politik, bahkan agama pun dijadikan suatu bahan ejekan jika tidak sejalan dengan opini mereka. Hal tersebut sudah pasti begitu memprihatinkan. Jika hal ini berlangsung terus menerus atau bahkan cenderung bertambah, maka Indonesia berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Tanpa adanya toleransi yang berdiri, Indonesia terancam disintegrasi bangsa.

Banyak masyarakat yang sebenarnya belum memahami dimana titik permasalahan suatu peristiwa. Begitu banyak masyarakat yang hanya mengetahui suatu permasalahan tanpa memahaminya. Akibatnya berujung aksi-aksi yang menentang salah satu pihak, dan akhirnya terbagilah menjadi dua kelompok yang berseteru. Kebanyakan masyarakat kita belum memahami sebuah kasus, namun ikut menyuarakan pendapat tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Perbedaan persepsi yang tidak diiringi dengan metode yang tepat semakin memperkeruh keadaan, sehingga banyak masyarakat yang ikut berperang tanpa mengetahui hal apa yang diperangi.

Walaupun peristiwa tersebut tidak memakan nyawa, namun tidak berarti negara kita tidak mengalami kerugian yang besar. Indonesia mendapat dampak yang besar, yaitu semakin terpecah belahnya antar kelompok atau golongan. Keadaan persaudaraan di Indonesia semakin krisis serta terancamnya persatuan Indonesia. Dengan fakta seperti ini, RRI diharapkan hadir untuk memberi informasi yang terpercaya, sehingga sikap-sikap intoleransi tidak terus-menerus tumbuh besar pada masyarakat Indonesia.

Indonesia bukanlah negara yang semata-mata berdiri dari satu jenis ras, suku, agama, golongan ataupun pendapat saja. Indonesia merupakan negara kesatuan yang begit.u memerlukan integrasi kuat untuk membangun negara lebih maju hingga akhir kehidupan. Negara ini dibangun dengan berbagai keragaman, sejak dulu semenjak masa penjajahan, masyarakat Indonesia bersatu untuk merdeka tanpa melihat dari mana asal, agama, warna kulit, bahasa dan lain sebagainya. Menghindati sebuah pertengkaran tidak mungkin terhindarkan, namun alangkah baiknya untuk mencegah pertengkaran itu terjadi.

Harapannya dengan mengusung tema ini, RRI dapat memberikan informasi yang terpercaya tanpa menyinggung pihak tertentu dan tetap menjunjung toleransi bangsa kita. Sehingga masyarakat dapat lebih membangun rasa toleransi dan persaudaraan didalam kehidupannya.

Jaya selalu radio Indonesia!

Oleh: Fadlina Nur Auliya* Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan 2018

Sumber gambar : KPI.go.id

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2011

Komentar

Orang berkomentar