HAM : Antara Budaya, Globalisasi dan Pemuda

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar manusia dalam menjalani kehidupannya.  Didalam HAM, manusia dijamin oleh hukum untuk bebas memilih jalan hidupnya masing-masing. Namun dalam pelaksanaannya,  HAM di Indonesia masih belum diterapkan dengan sebagaimana mestinya. Hampir setiap hari berita tentang pelanggaran HAM masih saja terjadi dan yang terbaru adalah berita terbunuhnya pekerja proyek Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Banyaknya pemberitaan mengenai pelanggaran HAM tentunya sangat disesalkan. Bagaimana tidak,  bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bermoral dan berlandaskan pada hukum. Segala bentuk kehidupan bermasyrakat sudah diatur dalam Undang-Undang, tanpa terkecuali HAM. Hal inilah yang memunculkan pertanyaan, dari manakah tindakan atau sifat anti HAM di Indonesia bisa muncul?

Ramah

Bangsa Indonesia dikenal memiliki masyarakat yang heterogen dan beranekaragam. Ratusan suku bangsa hidup saling berdampingan. Masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai masyarakat yang ramah. Hal inilah yang membuat jutaan wisatawan asing betah dan mau untuk berkunjung ke Indonesia. Bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan. Meskipun terdapat banyak perbedaan baik itu suku, agama, ras dan antar golongan, bangsa Indonesia dapat mempersatukannya dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Modal persatuan dan kesatuan merupakan modal yang sangat penting didalam membentuk kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan HAM. Hal ini dikarenakan perpecahan merupakan jalan awal terjadinya praktik pelanggaran HAM. Oleh karena itu, persatuan dan kesatuan merupakan hal utama dan yang paling pertama untuk selalu di jaga.

Globalisasi

Walaupun sudah ada undang-undang No. 39 Tahun 1999 yang membahas tentang Hak Asasi Manusia di Indonesia, masih banyak masyarakat yang belum menghormati HAM. Jika melihat sifat maupun perilaku asli masyarakat Indonesia, tindakan anti HAM merupakan hal yang sangat bertolak belakang. Pengaruh  budaya negatif dari luar ditengarai sebagai penyebab perubahan sifat dan perilaku masyarakat Indonesia.

Pengaruh budaya asing memang tidak sepenuhnya berdampak negatif, bahkan terdapat pengaruh budaya asing yang justru membuat budaya lokal menjadi lebih beradab. Namun, trend yang terjadi di Masyrakat saat ini justru menunjukkan kondisi yang tidak menyenangkan. Salah satu pengaruh budaya asing yang mendegradasi kebudayaan bangsa adalah sifat liberal atau kebebasan yang sebebas-besbasnya.

Pengaruh budaya liberal nampaknya sudah berkembang di Indoensia. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya masyarakat yang berperilaku arogan dan tidak memperdulikan orang lain. Contoh yang sangat jelas yaitu meningkatnya hate speech atau ujaran kebencian yang ada di media sosial. Bagi kaum liberalis, ujaran kebencian diartikan sebagai kebebasan dalam menyatakan pendapat. Akibatnya, mereka tidak memikirkan dampak dari ujaran yang telah mereka ungkapkan.

Dampak ujaran kebencian sangatlah berbahaya. Banyak sekali tindak kekerasan maupun tindakan tak bermoral berasal dari ujaran kebenciaan. Banyak korban maupun pihak yang tidak bersalah harus menerima akibat dari perbuatan seseorang yang tak bertanggung jawab. Apabila hal ini tidak dapat segera dikendalikan, bukan tidak mungkin perpecahan akan terjadi di Indonesia. Bagi mereka yang tidak suka dengan persatuan dan kedaulatan bangsa Indonesia, mengadu domba antara masyarakat dengan masyarakat, agama dengan agama, suku dengan suku, maupun golongan dengan golongan merupakan opsi yang dipilih dibandingkan menyerang bangsa Indonesia secara fisik. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia, kita harus memwaspadai hal tersebut.

Pemuda

Untuk menegakan HAM,  peran pemuda sebagai penerus bangsa sangatlah dibutuhkan. Suatu negara yang pemudanya menjunjung tinggi HAM dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara maka dapat dipastikan negara itu akan berumur panjang. Begitu pula sebaliknya, negara yang pemudanya tidak menjunjung tinggi HAM, maka kehancuran sudah di depan mata. Sebagai pemuda, marilah kita menegakkan HAM sebagai suatu kewajiban sebagai masyarakat  agar tercipta kondisi lingkungan yang damai dan bersatu.

Oleh: Haidar Ammar* Mahasiswa Agroteknologi 2017
Sumber gambar: comece.ceu

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

Orang berkomentar