Mengasah Skill Topang Persaiangan Era Globalisasi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Peringatan Hari Pekerja Nasional tidak sepopuler peringatan Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, bahkan dijadikan sebagai hari libur nasional sejak 2014. Hari Pekerja Nasional diperingati setiap 20 Februari yang ditetapkan berdasarkan Keppres No. 9 Tahun 1991 tentang Hari Pekerja Indonesia.

Ditetapkannya Hari Pekerja Nasional sesuai dengan tanggal berdirinya Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) 20 Februari 1973. Berdirinya FBSI merupakan keinginan berbagai Serikat Pekerja yang ingin menyatukan semangat seluruh pekerja di Indonesia. Di Kongres FBSI pada tanggal 23-30 November 1985, FBSI resmi diubah namanya menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Hari pekerja nasional perlu diperingati agar para pekerja semakin semangat dalam melakukan pekerjaannya. Pekerja merupakan komponen penting dalam berbagai macam kegiatan yang menyangkut industri, produktivitas pekerjaan, transportasi, komunikasi, percepatan pembangunan struktur dan infrastruktur yang besifat konsumsi publik, serta kegiatan-kegiatan lainnya. Salah satu alasan pentingnya peringatan Hari Pekerja Nasional ialah untuk menumbuhkan kepercayaan diri para pekerja di seluruh Indonesia.

Tumbuhnya kepercayaan diri para pekerja diharapkan agar mereka dapat memiliki daya saing dalam bekerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu, dengan diperingatinya hari pekerja nasional dapat meningkatkan rasa bangga para pekerja terkait dengan pengabdiannya terhadap pembangunan nasional.

Beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami kebanjiran tenaga kerja asing. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mencatat jumlah tenaga kerja asing di Indonesia pada 2016 sebanyak 74.183 orang. 21.271 diantaranya adalah tenaga kerja yang berasal dari Tiongkok. Sejak 2012, jumlah tenaga kerja asing dari Tiongkok merupakan jumlah yang terbanyak dibandingkan tenaga kerja dari negara lain. Pekerja asalĀ  Tiongkok bekerja di berbagai bidang antara lain di perkebunan, pertambangan, industri, konstruksi, dan lainnya. Mereka yang bekerja di Indonesia memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidangnya. Selain itu, tenaga kerja asing juga dipekerjakan sebagai tenaga profesional, bukan sebagai buruh.

Masih sedikitnya tenaga ahli di Indonesia menyebabkan Indonesia harus mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri. Sebagai pelajar, kita harus terus mengasah kemampuan yang kita miliki agar kelak mampu bersaing dengan negara lain. Apalagi saat ini sudah diberlakukan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), dimana para pekerja dari luar negeri dengan mudahnya dapat menguasai Indonesia. Kita sebagai warga lokal harus siap bersaing dengan warga asing di era global ini. Jadikan hari pekerja nasional ini sebagai motivasi untuk terus bangkit dalam menghasilkan karya-karya yang membanggakan bangsa.

Selamat Hari Pekerja Nasional.

 

Oleh: Ersa Monica *Mahasiswa Agribisnis 2016

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

Orang berkomentar