Membuang Sampah Sesuai Tempat Itu Mudah

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Indonesia merupakan negara yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Di setiap tindakan masyarakat pasti akan menghasilkan sampah, entah itu sampah yang mudah terurai seperti daun, kertas, tisu, maupun sampah yang sulit terurai seperti plastik, styrofoam, kaca dan lain-lain. Satu juta plastik digunakan di Indonesia setiap menitdan 50 persen dari sampah plastik itu hanya sekali pakai. Dilansir tribunjateng.com (20/2), Indonesia mendapat peringkat dua sebagai penghasil sampah plastik ke laut terbanyak setelah Tiongkok. Kita telah mengetahui bahwa sampah plastik sulit terurai oleh alam, dapat meracuni tanah, dan bertahan selama 400 tahun lebih.

Apakah ini sebuah prestasi? Nampaknya ini bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan sebagai sebuah prestasi yang dihasilkan oleh bangsa kita. Apakah kita masih mau mempertahankan peringkat dua penghasil sampah terbanyak? Tentu saja tidak! Tepat pada 21 Februari, Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Gunungan sampah di TPA Leuwi Gajah, Cimahi Jawa Barat longsor dan membuat ratusan jiwa tewas tertimbun.Hal inilah yang melatarbelakangi  tercetusnya Hari  Peduli Sampah Nasional 11 tahun silam.

Sekarang volume sampah tentu sudah jauh lebih banyak dari 11 tahun silam. Padahal sering terdengar jargon Indonesia bebas sampah 2020. Banyak gerakan pemerintah, aktivis pecinta alam, ibu rumah tangga, hingga lembagamaupun Organisasi Masyarakat (Ormas) untuk bekerja bakti untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Dilihat dari antusiasme mereka yang membersihkan jalan-jalan protokol dari sampah yang dibuang sembarangan oleh orang-orang tak bertanggung jawab, sedikit banyak dapat mengurangi sampah yang bertebaran. Namun, apakah ini cukup? Tentu tidak!

Pernahkah kalian berjalan–jalan di area car free day (CFD) di akhir pekan? Lihatlah banyak orang yang berjalan–jalan sambil membawa makanan dan minumannya. Setelah itu mereka membiarkannya begitu saja tanpa mempedulikan tempat mereka membuang sampah. Jangankan memilah sampah yang dapat dan tidakdapatdi daur ulang, membuang sampah pada tempat yang telah di sediakan saja tidak mau. Miris memang mengetahui hal itu, terlebih kebanyakan orang yang melakukan hal ini adalah kawula muda. Lantas, bagaimana Indonesia akan bebas dari sampah di tahun 2020 jika kita sebagai generasi muda tidak peduli akan kebersihan lingkungannya?

Banyak pamflet, banner, brosur, poster, stiker dan lain-lain yang menyuarakan sekaligus mengajak kita untuk peduli tetang pentingnya permasalahan sampah.Akan tetapi jika mengeluarkan produk seperti itu tanpa adanya kesadaran masyarakathanyaakan terbuang percuma. Ibarat satu orang membersihkan sampah, tetapi puluhan orang membuang sampah sembarangan.

Kepedulian dan perjuangan kita akan sampah pun jangan cuma terjadi hari ini saja. Kita sebagai generasi muda harus terus berlanjut untuk membuat sampah di negara kita berkurang. Tak perlu muluk-muluk, buang sampah pada tempatnya. Lebih bagus jika dipilih sesuai jenis sampah yang dibuang ke tempat sampah yang sesuai dan mengurangi penggunaan plastik saat berbelanja di toko-toko. Hal sepele seperti itu dilakukan semudah mengucapkannya, seperti kata pepatah tindakan sekecil apapun akan dapat merubah dunia.

Oleh: Brianne Emmera Farhanissa

(Reporter LPM Agrica)

Sumber Gambar: thefrugalgirl.com

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar