Media sosial, Laba atau Bala?

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21

Di era modern ini meningkatnya kebutuhan manusia, teknologi berkembang begitu pesat, terutama dalam bidang informasi dan komunikasi. Misalnya, munculnya smartphone dengan berbagai merk yang memungkinkan penggunanya untuk menikmati fitur-fitur canggih yaitu penggunaan internet yang semakin cepat dan praktis.

Berkembangnya teknologi yang semakin hari semakin canggih membuat banyak situs jejaring sosial yang menyedot perhatian massa. Seperti halnya Line, Instagram, dan WhatsApp yang belakangan ini sangat digandrungi dari orang dewasa, remaja sampai anak – anak.

Jejaring sosial mulai terkenal ketika munculnya Friendster, MySpace hingga muncul Facebook yang merupakan gebrakan besar bagi dunia jejaring sosial. Disusul dengan Twitter yang lebih praktis dari segi tampilan dan pengaturan. Lalu, muncul Instagram yang merupakan jejaring sosial menarik karena dapat menaruh berbagai foto dengan caption tertentu. Sehingga anda dapat membagi momen hidup dalam bentuk foto dan video.

Tidak hanya itu, muncul juga Path dan FourSquare yaitu suatu jejaring yang dapat menunjukan posisi Anda, dengan fitur check-in kita dapat memberi tahu orang-orang dimana kita berada, sedang apa anda, dan dengan siapa anda pergi. Selain itu ada pula Tumblr, semacam blog namun dengan fitur yang menarik dan lebih stylish sangat cocok untuk anak muda.

Selain mempererat tali persaudaraan dan pertemanan, media sosial ternyata juga sangat efektif dan banyak keuntungan yang kita ambil dari sana. Kita bisa mengambil keuntungan dalam berbisnis, atau setidaknya kita bisa mendapatkan beragam ilmu, informasi dan berita terkini yang bahkan belum dimuat diportal-portal berita sekalipun.

Namun dalam kecanggihan media sosial terdapat banyak dampak yang buruk khususnya bagi generasi muda. Hal ini akan berdampak seperti kemudahan dalam berkomunikasi yang dapat membuat orang lupa dengan dunia luar. Mereka akan berpikir bahwa berkomunikasi melalui media sosial lebih mudah dan praktis sehingga lebih memilih media sosial dibandingkan berhadapan langsung dengan dunia luar.

Selanjutnya, sering sekali kita temui bahwa banyak generasi muda melakukan aksi bullying melalui media sosial. Hal ini dapat mengakibatkan depresi dan membunuh karakter seseorang. Kemudian konten pornografi yang kerap menjadi virus yang mematikan untuk kalangan remaja yang saat ini menyebar luas.

Hal tersebut dapat ditanggulangi dengan memberikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya media sosial. Berupa memberikan pemahaman yang jelas dan dapat dimengerti oleh orang yang melihat maupun yang didengar. Kenalkan etika bergaul dengan teman “online”. Hal tersebut perlu dilakukan sebab tidak bertemu secara langsung untuk menjaga sopan santun tapi etika didalam media sosial juga harus diterapkan. Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan media sosial, arahkan kegiatan positif tentang banyaknya berprestasi, berpromosi, dan menjualkan suatu barang. Contohnya online shop yang belakangan ini marak terjadi di media sosial.

Oleh : Ayu Widyaningrum *Mahasiswa Agroteknologi 2016

Foto : Agc/Ficky

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21

Komentar

Orang berkomentar