Kesehatan Jiwa, Krusial Namun Dipandang Sebelah Mata

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Berbicara tentang kesehatan, sudah banyak orang beralih ke pola gaya hidup sehat. Namun tidak dipungkiri, masih banyak yang belum sadar akan pentingnya kesehatan. Kesehatan sangat berpengaruh pada kegiatan sehari-hari terlebih pada pekerjaan. Bagaimana tidak, bekerja merupakan salah satu cara manusia untuk mempertahankan hidupnya.  Produktivitas seseorang dalam bekerja seringkali dinilai dari kesehatan orang tersebut. Selain fisik yang sehat, jiwa juga harus selalu sehat. Jiwa yang sehat akan memberikan dorongan positif dan akan meningkatkan produktivitas dalam bekerja.

Lalu apa saja akibat ketika jiwa tidak sehat? Banyak sekali masalah kesehatan yang akan muncul ketika jiwa tidak sehat. Mulai dari depresi, gangguan bipolar, alkoholisme, skizofrenia, obsesif kumpulsif, dan masih banyak lagi. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan bahwa pada tahun 2020, Depresi akan menjadi penyakit kedua yang menimbulkan beban kesehatan. Hal seperti ini lah yang akan mengganggu produktivitas dalam bekerja. Harus ada pencegahan yang real untuk menangani masalah kesehatan jiwa seperti ini.

Tanggal 10 Oktober secara nasional diperingati sebagai “Hari Kesehatan Jiwa Sedunia”. Mungkin tidak banyak yang tahu tentang peringatan hari tersebut. Namun dalam bidang kedokteran, kesehatan jiwa merupakan hal yang sangat disoroti. Pencegahan masalah kesehatan jiwa terus dikaji untuk mendapatkan solusi yang maksimal.

Tahun ini, WHO mengusung tema pentingnya kesehatan jiwa para pekerja di tempat kerja. Kita tahu bahwa orang dewasa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja. Tempat kerja dan lingkungan kerja yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa pekerja. Tempat kerja yang nyaman menjadi nilai plus tersendiri untuk pekerja. Rasa semangat untuk bekerja akan meningkat dengan keadaan tempat yang nyaman. Lingkungan sekitar yang ramah dan interaktif pun memberikan hal positif untuk kesehatan jiwa orang yang bekerja. Sebaliknya, tempat kerja dan lingkungan yang tidak nyaman akan membuat kesehatan jiwa pekerja terganggu.

Sebagian besar pekerja berada di kota besar, khususnya pekerja kantoran yang sangat bergantung pada tempat dan lingkungan kerja. Pekerja di kota besar dituntut memiliki mental yang besar. Dimana kota besar identik dengan pluralisme-nya, banyak sekali perbedaan yang akan dihadapi. Selain itu masalah tekanan seperti tekanan mental, psikologis, dan emosional akan selalu dihadapi. Akan menjadi masalah jika pekerja tidak kuat dalam menghadapi tekanan yang ada. Jiwa pekerja akan sakit dan akan berpengaruh pada kesehatan fisik, sehingga konsumsi obat meningkat. Kesehatanjiwa akan terancam oleh berbagai masalah seperti depresi, gangguan bipolar, dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri menurut sayasaya pencegahanpencegahan kesehatan jiwa dirasa masih kurang. Karena masih banyak pekerja yang stress akan pekerjaannya. Hal yang harus dilakukan adalah terus mendukung dan memotivasi agar  jiwanya bisa kembali sehat. Pemerintah juga seharusnya lebih memperhatikan kenyamanan pekerja, dan meningkatkan fasilitas agar pekerja bisa lebih nyaman dan tingkat kejenuhan ketika bekerja berkurang.

Selamat hari Kesehatan Jiwa Sedunia! Semoga dengan memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, kita selalu menjaga kesehatan jiwa kita dan memberikan kontribusi nyata untuk penanganan Kesehatan Jiwa di masyarakat.

 

Oleh: Maesto Budi Prakoso *Mahasiswa Teknik Pertanian 2016

Sumber Gambar: Majalah kartini.com

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

Orang berkomentar