Hujan Berkat

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
22

Seluruh umat telah menengadah
Menyongsong Ia lahir di dunia
Sang pembawa sukacita
Tapi,
Kenapa hujan yang setia menyambut-Nya?
Padahal, ingin rasanya menari gembira di luar

Gemuruh bergema,
Surya enggan tertawa,
Langit yang menangis deras,
Seakan, mereka ajudan pribadi-Nya
Inikah yang Engkau maksud dengan sukacita?

Namun,
Perlahan langit nampak berseri,
Surya mulai menari-nari,
Tumbuhan nampak bugar,
Entah mengapa, benar-benar rasa yang beda

Sukacita yang turun, layaknya deras hujan
Melimpah, tak terbendung
Hujan tak selalu tentang kesedihan
Hujan tak selalu jadi batu sandungan
Karena Ia membawa Hujan berkat,
Berkat yang tiada habisnya

 

Oleh: Maesto Budi Prakoso *Mahasiswa Teknik Pertanian, 2016
Sumber gambar: Tribunnews

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
22

Komentar

Orang berkomentar