Selamatkan Bumi dengan Menanam Pohon

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
26

Perubahan iklim saat ini terjadi akibat meningkatnya suhu atmosfer bumi yang penyebab utamanya adalah pencemaran oleh gas buang sehingga pantulan sinar matahari terperangkap atau sering disebut efek gas rumah kaca (Green house effect). Kegiatan industri dan transportasi merupakan sektor yang paling banyak menyumbang pencemaran udara melalui pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Pembakaran BBF mengemisikan gas CO2 (karbondioksida) ke atmosfer dan terus menerus terakumulasi dan meningkatkan konsenterasi CO2 atmosfer/udara. Selama 150 tahun terakhir, konsentrasi CO2 telah meningkat dari 280 pp, menjadi hampir 380 ppm.
Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebanyak 26% melalui pembiayaan sendiri atau 41% jika mendapat bantuan pendanaan (COP-1,5, Copenhagen). Dari jumlah sebanyak 26% atau setara 0,767 Giga ton itu, 14% atau setara 0,392 giga ton diharapkan bisa disumbang oleh sektor kehutanan. Hal ini mengingat kegiatan deforestasi sesuai data dari World Resource Institute (WRI, 2000), yang dikutip dalam Stwen Report menyumbang sekitar 18% terhadap emisi gas rumah kaca (Green House Gases/GHGs) global sebesar 42 giga ton CO2 pertahun. Dari 18% kontibusi tersebut (+8 giga ton pertahun), 75% diantaranya berasal dari deforestasi negara berkembang termasuk Indonesia.
Sebuah laporan menyebutkan bahwa sebatang pohon selama hidupnya diprediksi mampu menyerap 7.500 gram karbon. Secara taksiran kasar, dalam satu hari sebatang pohon menyerap CO2 antara 20 sampai 36 gram perhari dan dalam sejam satu lembar daun memproduksi oksigen sebanyak 5 ml. Gampangnya dengan memiliki sekitar 11 batang pohon dengan jumlah daun 1000 lembar maka kebutuhan oksigen anda tertutupi (rata-rata kebutuhan oksigen untuk satu orang bernapas adalah 53 liter perjam), sekaligus bisa terserap 220-396 gram CO2 setiap harinya.
Sebagai warga negara Indonesia yang termasuk kedalam negara berkembang, ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan tetapi berdampak besar dalam menghadapi pemanasan global. Diantaranya adalah menghemat pemakaian energi listrik, mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) serta menanam pohon disekitar lingkungan tempat tinggal kita. Menanam pohon menjadi sangat penting, karena sifat alami pohon yang justru membutuhkan CO2 dalam proses pertumbuhannya melalui proses fotosintesis. Karbon dari CO2 ini disimpan didalam jaringan tumbuhan (kayu) yang kemudian kayu ini berguna bagi manusia.
Sejak 11 tahun yang lalu melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2008, telah ditetapkan sebagai tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). HMPI ini merupakan hari dimulainya kegiatan menanam pohon secara serentak seluruh Indonesia selama 1 bulan. Hal ini dikarenakan pada bulan November dan Desember bagi Indonesia, sebagai negara agraris dan daerah tropis adalah musim hujan. Pada saat-saat inilah waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan menanm, baik bercocok tanam tanaman semusim maupun tahunan.
Mengingat urgen dan vitalnya fungsi dan manfaat pohon dalam keberlangsungan hidup makhluk hidup, maka pemerintah memperingati tanggal 28 Novermber sebagai hari menanam pohon. Oleh karena itu, momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia ini perlu kita maknai dengan menjadi pelopor dan memberikan keteladanan untuk melaksanakan gerakan menanam pohon supaya membudaya dalam kehidupan masyarakat.

Oleh : Dewi Sulastri*
*Mahasiswi Agribisnis 2017
Gambar: Agc/Avel

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
26

Komentar

Orang berkomentar