Peserta Didik Dilarang Menunjukkan Kasih Sayang?

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
161

Hari valentine atau kebanyakan orang menyebutnya hari kasih sayang, hampir selalu dibumbui dengan bertebarannya surat edaran larangan perayaan pada beberapa daerah di penjuru negeri ini. Seperti dilansir dalam kompas.com, Dinas Pendidikan Bekasi mengeluarkan surat edaran larangan perayaan hari valentine bagi peserta didik. Hal yang sama dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar, menurutnya pelarangan ini agar pelajar se-kota Makassar terhindar dari Kegiatan yang bertentangan dengan norma sosial dan budaya Indonesia.
Apakah langkah mengedarkan surat larangan merupakan hal yang tepat? Hari kasih sayang tidak boleh dirayakan? Pertanyaan ini mungkin mewakilkan sejumlah masyarakat mengenai alasan diedarkannya larangan tersebut. Seperti dilansir di Liputan6.com, pelarangan kasih sayang ini dilakukan karena beberapa pemuda merayakan hari valentine dengan meminum alkohol dan pesta seks.
Dengan alasan tersebut, lantas benarkah langkah pelarangan hari valentine? Seperti kebanyakan remaja pada umumnya, semakin dilarang maka kebanyakan remaja “semakin penasaran dan cenderung mencari tahu”, begitu pikir beberapa orang. Nyatanya, karena larangan seperti itu hampir di setiap valentine diisi dengan para pendidik yang menceramahi peserta didiknya. Apakah hal tersebut efektif? Mungkin ya bagi sebagian, dan tidak bagi sebagian lainnya.
Langkah pengedaran ini masih terkesan ambigu bagi beberapa kalangan masyarakat. Mengapa menunjukkan kasih sayang harus dilarang? Tindakan tidak cukup hanya dengan mengeluarkan surat edaran pelarangan perayaan valentine serta razia di berbagai tempat yang berpotensi tempat berbuat asusila. Bukankah kasih sayang itu merupakan kodrat manusia untuk saling menyayangi dan mengasihi, mengapa harus dilarang?
SMP 9 Surabaya dirasa mampu mengaplikasikan makna kasih sayang dengan tepat. Pihaknya merayakan valentine dengan mengajak sejumlah 176 siswa membagikan nasi bungkus yang akan diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu di sekitar wilayah Jojoran, Kelurahan Karang Menjangan (Liputan6.com). Dengan kegiatan seperti ini, masyarakat khususnya peserta didik akan lebih memahami mengapa perayaan valentine dilarang, penekanan bahwa bukan perayaan kasih sayang lah yang dilarang melainkan perayaan valentine yang dilakukan yang melanggar norma lah yang sepatutnya dijauhi masyarakat. Dan lagi, kegiatan semacam itu bukan hanya dilakukan di hari valentine, artinya kegiatan melanggar norma memang harus segera diatasi bukan hanya menunggu hari valentine.
Menunjukkan kasih sayang tidaklah dilarang. Namun, lakukanlah secukupnya. Kasih sayang pada orang yang tepat lebih bermanfaat. Kasih sayang tidak selalu berbentuk cinta kasih yang dapat dilakukan kepada pasangan dalam artian romansa, kasih sayang bisa berupa kasih sayang pada tuhan, keluarga, teman-teman yang membutuhkan. Mari tebarkan kasih sayang yang secukupnya.

Oleh: Anita Alfiah*


*Mahasiswi Agroteknologi 2017

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
161

Komentar

Orang berkomentar