Peran Teknologi Pangan di Era Pandemi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
212

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) pertama kali dicetuskan pada konferensi umum ke-20 oleh negara-negara anggota Food and Agriculture Organization (FAO) November 1979. FAO sendiri merupakan organisasi internasional yang berfokus pada bidang pangan. Tujuannya ialah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian penduduk dunia akan pentingnya penanganan masalah pangan baik di tingkat regional, nasional, maupun global. Sehingga harapannya tingkat nutrisi, produktivitas pertanian, dan taraf hidup masyarakat dapat meningkat. Peringatan HPS dilakukan sejak 1981 setiap tanggal 16 Oktober, bersamaan dengan hari lahir FAO setelah melewati proses panjang dan disahkan oleh 147 anggota FAO, termasuk Indonesia. Sekarang HPS sendiri telah diperingati secara bersamaan oleh lebih dari 150 negara di dunia.

Pada tahun 2020 ini, tema yang diangkat ialah “Grow, nourish, sustain. Together. Our actions are our future”. Tema tersebut dilatarbelakangi oleh fenomena yang menimpa masyarakat dunia saat ini yakni dengan munculnya wabah Covid-19. Krisis kesehatan global ini membuat seluruh elemen masyarakat dapat lebih menghargai kebutuhan hidup paling dasar manusia. Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk tetap bertahan hidup. Di Indonesia, hal tersebut telah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Mempertahankan akses terhadap makanan yang aman dan bergizi adalah sesuatu yang terus menjadi bagian terpenting dari respons terhadap pandemi Covid-19, terutama bagi masyarakat golongan menengah ke bawah yang rentan terhadap guncangan ekonomi akibat adanya pandemi ini. Pada saat seperti ini, mendukung para petani dan pekerja di seluruh sistem pangan yang memastikan bahwa makanan berpindah dari pertanian hingga sampai ke tangan konsumen bahkan di tengah gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti krisis Covid-19 saat ini begitu penting. Selain itu, negara, sektor swasta, dan masyarakat sipil juga perlu memastikan bahwa sistem pangan kita haruslah menumbuhkan beragam makanan demi menyehatkan populasi yang terus meningkat. Semuanya memiliki peran untuk dimainkan, seperti meningkatkan permintaan akan makanan bergizi dengan memilih makanan sehat, sehingga imunitas dapat terjaga, terutama di saat keadaan yang seperti ini.

Teknologi digital adalah sebuah kunci untuk mengubah cara makanan diproduksi, diproses, diperdagangkan, dan dikonsumsi, serta membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan kuat. Teknologi digital memiliki potensi untuk menutup kesenjangan digital yang besar antara negara maju dan berkembang, kota dan daerah pedesaan, pria dan wanita, tua dan muda. Namun, kenyataannya di era sekarang, digitalisasi masih belum digunakan secara optimal. Lebih dari 3 miliar orang di dunia tidak memiliki akses ke internet, sebab sebagian besar tinggal di pedesaan dan daerah terpencil.

Jika dikaji lebih jauh, teknologi baru menjanjikan perubahan-perubahan besar bagi petani kecil. Penggunaan aplikasi seluler dan rantai blok memiliki potensi untuk mengoptimalkan rantai makanan, meningkatkan akses ke makanan bergizi, mengurangi kehilangan dan limbah makanan, meningkatkan pengelolaan air, memerangi hama dan penyakit, memantau hutan atau bahkan mempersiapkan petani untuk menghadapi bencana. Pelatihan intensif untuk meningkatkan kemampuan para petani dalam menggunakan teknologi digital dan menyuarakan kebutuhan mereka akan sangat penting untuk mendorong produksi makanan yang bergizi dan beragam.

Selamat Hari Pangan Sedunia 2020!

 

Oleh: Syahid M. Furqon*

*Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan 2018

Gambar: panganindonesia.id

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
212

Komentar

Orang berkomentar