Kiat Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
161

Ide peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) muncul pada konferensi  umum ke 20 Food and Agriculture Organization (FAO) November 1979. Peringatan HPS dilakukan sejak 1981 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian penduduk dunia akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat nasional, regional maupun global. HPS diperingati setiap tanggal 16 Oktober yang merupakan hari lahir FAO. Kini, HPS diperingati secara bersamaan di lebih dari 150 negara di dunia yang memiliki kepedulian yang sama. Hari Pangan Sedunia 2019 mengangkat tema “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” atau “Our action are our future, healthy diets #zerohungerworld

Dalam suatu negara, kebutuhan pangan merupakan hak yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara. Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk tetap bertahan hidup. Di Indonesia hal tersebut sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Hal ini menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia paling utama dan pemenuhannya merupakan hak asasi setiap rakyat Indonesia.

Indeks ketahanan pangan global (Global Food Security Index), hasil kerja sama The Economist dan perusahaan sains bidang pangan Corteva, menunjukkan ketahanan pangan Indonesia mengalami peningkatan secara konstan sejak 2012. Skor Indonesia di semua aspek pada 2012 sebesar 46,8 naik menjadi 54,8 pada 2018 (skor tertinggi 100). Skor tersebut menempatkan Indonesia pada posisi 65 di dunia (dari 113 negara) dan kelima di ASEAN (dari 11 negara). Aspek keterjangkauan memperoleh skor 55,2 berada di peringkat 63 dari 113 negara. Kemudian skor dari aspek ketersediaan 58,2 (peringkat 58), dari aspek kualitas dan keamanan memperoleh skor 44,5 (peringkat 84) serta dari faktor sumber daya alam memperoleh skor 43,9 (peringkat 111).

Sejalan dengan meningkatnya indeks ketahanan pangan Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan beberapa program dalam rangka mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045. Program tersebut diantaranya, Satu Juta Petani Milenial, Mengurangi Petani Miskin, Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani (Serasi), Modernisasi Pertanian, Program Sapi Indukan, dan Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Diantara beberapa program tersebut, Satu Juta Petani Milenial menjadi program unggulan Kementan. Hal ini dikarenakan melihat kondisi petani Indonesia yang sebagian besar memasuki usia senja. Inovasi dan adopsi teknologi akan lebih cepat terlaksana jika diambil alih oleh kaum milenial. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan menargetkan dapat mewujudkan satu juta petani milenial yang nantinya dapat menjadi pengusaha atau agripreneur hingga tahun 2020 dengan tujuan meregenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian. Regenerasi pertanian dinilai penting lantaran kebutuhan pangan di masa depan akan semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk. Apalagi, jumlah pekerja di sektor pertanian yang mayoritas diisi oleh para petani senior yang harus terus didongkrak oleh para petani muda.

Berbagai usaha pemerintah yang dilakukan guna mencapai target satu juta petani  milenial merupakan sebuah langkah pasti mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Guna mencapai target tersebut, program yang dicanangkan harus dilakukan secara terus-menerus dan konsisten. Selain itu, seluruh masyarakat khususnya para milenial diharapkan dapat berperan aktif untuk mewujudkan keberhasilan program tersebut. Oleh karena itu, dengan menggandeng para milenial melalui program “Satu Juta Petani Milenial”, Kementan berharap langkah Indonesia mencapai lumbung pangan dunia akan semakin cepat..

Selamat Hari Pangan Dunia 2019!

Oleh : Arum Faza Salsabila *Mahasiswa Agribisnis 2017

Sumber gambar: panganindonesia.id

 

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
161

Komentar

Orang berkomentar