(Bukan Lagi) Bandung Lautan Api

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Bandung Lautan Api, sepenggal kalimat yang beberapa waktu silam sempat membuat mata Indonesia tertuju pada Kota Bandung,  Jawa Barat. Kejadian ini tak hanya menguras lahir batin dan pertumpahan darah masyarakat Kota Bandung, namun satu Indonesia. Tragedi ini terjadi pada 24 Maret 1946 yang dilatarbelakangi saat Inggris menjanjikan penarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahkan kepada Belanda untuk selanjutnya digunakan sebagai basis militer. Kesepakatan sekutu, Inggris, dan NICA (Nederlands Indie Civil Administration) memunculkan perlawanan heroik dari masyarakat dan pemuda pejuang di Bandung. Tentara sekutu berusaha untuk menguasai Bandung, meskipun harus melanggar hasil perundingan dengan RI (Republik Indonesia) dan akhirnya memicu tindakan pembumihangusan kota oleh para pejuang dan masyarakat Bandung.

 

Kota Bandung terbakar hebat dari batas timur Cicadas sampai dengan batas barat Andir.  Rakyat Bandung yang mencapai 200.000 orang bersama pejuang berduyun-duyun menuju pegunungan di bagian selatan. Pembakaran kota dilangsungkan dan diawali dengan pembakaran Indisch Restaurant di daerah utara Alun-alun (BRI Tower sekarang) pukul 21.00 WIB. Dilanjutkan dengan pembakaran bangunan-bangunan penting mulai dari daerah Ujungberung hingga wilayah Cimahi. Rumah-rumah penduduk pun telah ditinggalkan dan dibakar hingga menimbulkan gelombang besar api yang berkobar-kobar. Menjelang tengah malam, Bandung telah kosong dan menjadi puing-puing.

 

Ya, itu dulu. Dulu saat kota Bandung lemah tak berdaya, terkulai tak bernyawa, terjajah dan tak terarah. Kini, Kota Bandung merangkak dan berdiri bak superhero. Kota terkuat dan terhebat di Jawa Barat. Kota yang menjadi panutan daerah-daerah di sekitarnyadan kota yang dikenal sebagai Provinsi Jawa Barat. Tak hanya sistem birokrasi yang transparan dan jujur. Keberadaan sosok Walikota Bandung Ridwan Kamil pun dijadikan alasan dibalik kemajuan Kota Bandung. Saat ini, pembangunan Kota Bandung dinilai  tak hanya sekedar kata baik, namun melebihi makna baik dalam kamus Bahasa Indonesia. Sempurna, ya kata ini yang dinilai tepat mendeskripsikannya.

 

Kemajuan Kota Bandung pasca peristiwa 1946 silam dinilai cukup signifikan baik dalam pembangunan infrastruktur, pariwisata, transpostasi, pendidikan, ekonomi. Hal ini tercermin ketika Kota Bandung mendapat 5 penghargaan nasional 2016 berdasarkan survey publik nasional oleh Frontier Consulting dan Majalah Tempo dengan kategori kota terbaik overall, kota terbaik infrastruktur, kota terbaik pariwisata, kota terbaik investasi, kota terbaik ekonomi dikoridor Jawa. Tentu, penghargaan ini tak diberikan karena Kota Bandung merupakan Provinsi Jawa Barat. Terlebih karena prestasi dan kerja nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung yang diikuti kesadaran masyarakat Kota Bandung untuk hidup selalu maju.

 

Saat ini, Pemerintah Kota Bandung sedang menerapkan program kerja mengajak anak muda Bandung untuk sholat shubuh berjamaah. Ini bertujuan untuk membangun jiwa pemuda islami dan bertanggungjawab dalam menghadapi perubahan zaman yang setiap saat terjadi. Hal ini dinilai positif oleh masyarakat Bandung dan daerah lain. Pasalnya,  pendidikan islam tak hanya terhenti ketika kita dinilai sudah dewasa, tetapi tetap belajar sampai akhir hayat. Hal ini yang sedang diterapkan Pemerintah Kota Bandung pada anak muda sebagai penerus bangsa. Keberhasilan memang tak pandang bulu tentang siapa, apa, dan dimana ia akan diletakan. Namun, keberhasilan sejati saat kita mampu menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat tanpa mengeyampingkan salah satunya.

 

Keseimbangan antara kebijakan birokrasi Pemerintah Kota Bandung juga harus diikuti kerja nyata, juga kesadaran pola pikir masyarakat untuk hidup lebih maju membawa Kota Bandung pada keberhasilan sejati.  Tanggal 16 Agustus 2016 lalu Kota Bandung mendapat penghargaan sebagai Smart City Nusantara (SCN) diberikan oleh Executive Vice President Telkom Regional 3.Kota Bandung sebagai kota pintar terlebih karena Bandung terpilih sebagai Ketua Smart City untuk kawasan Asia Afrika. Hal ini merupakan wujud nyata baiknya birokrasi pemerintahan kota dan kesadaran masyarakat. Tentunya pengonsep yang baik dinilai berhasil apabila diikuti dengan peran langsung masyarakat dan pengawasan yang berkelanjutan.

 

Mar’atus Sholihah, Mahasiswa Agroteknologi 2015

Sumber gambar : M.liputan6.com

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar