Memulihkan Independensi Pers

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
45

Sebagai profesi yang bertugas menyajikan informasi-informasi terdepan dan faktual kepada publik, jurnalis senantiasa dituntut untuk bersikap profesional dalam menuliskan berita. Prefesional dalam hal ini adalah setiap berita yang dikeluarkan tidak terintervensi oleh pihak manapun. Intervensi yang dapat berupa paksaan dari penguasa, pemerintah, atau lembaga yang dapat berbentuk kekerasan atau intervensi  yang menggiurkan seperti diberi upah atau cek.

Sesuai kode etik jurnalistik, seorang jurnalis harus bersikap independen dengan menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, serta tidak beritikad buruk. Segala jenis informasi yang disampaikan dengan sikap independen pastinya hanya bersumber dari suara hati sang jurnalis tanpa paksaan.

Mari kita tengok kembali momen saat pesta demokrasi lalu yang masih cukup hangat. Masih teringat jelas bukan tatkala periode pemilihan kepala daerah atau pemilihan umum akan bergulir? Dimana-mana mendadak beredar luas pemberitaan hoax dan fitnah pada pihak-pihak terkait. Hal ini tentunya tidak terlepas dari penyalahgunaan kewenangan para penggelut dunia media massa yang tidak mempunyai sikap sebagai badan jurnalis sejati.

Melihat fenomena ini, jurnalis memegang kekuatan besar untuk menjaga stabilitas nasional terlebih mengenai hal-hal yang berpotensi berakibat pada kesejahteraan dan keselamatan masyarakat. Hanya saja, kekuatan media massa ini kerapkali dipergunakan oleh oknum penguasa untuk merubah opini publik dengan tujuannya masing-masing.

Sejak ditetapannya kepres no 5 tahun 1985, setiap tanggal 9 februari di Indonesia diperingati sebagai hari pers nasional. Perayaan hari akbar insan pers ini diramaikan dengan diadakannya pertemuan Hari Pers Nasional (HPN) yang setiap tahunnya secara bergantian di laksanakan di ibu kota provinsi se-indonesia. Pada tahun 2020 ini, peringatan HPN diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimatan Selatan.

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan HPN ini menyatakan bahwa pers juga berkontribusi dalam menjaga kondusivitas bangsa. Bagaimana tidak, kala ini informasi yang bergerak sangat cepat mampu merubah pandangan individu atau kelompok terhadap suatu isu dengan mudahnya. Iklim ekonomi, politik dan sosial budayapun dapat bergeser karena pemberitaan.

Dengan ini, peran pers diharapkan memberikan nuansa yang nyaman bagi masyarakat dan bisa menyampaikan informasi berkualitas dengan perspektif yang cerah.

Selamat Hari Pers Nasional 2020 ! Suara pers, suara rakyat

Oleh: Vikram Mubarok *Mahasiswa Agroteknologi 2018

Sumber gambar: Agc/Wahyu

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
45

Komentar

Orang berkomentar