Lahan Pertanian Menyusut, Lalu Apa?

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1041

Tanggal 24 September di Indonesia diperingati hari tani yang lahir dengan disahkannya kebijakan undang-undang pokok-agraria (UUPA) pada tahun 1960. Kebijakan UUPA yang mengatur tentang hak-hak dan kewajiban kaum tani, mengatur hak atas tanah, hak atas sumber-sumber agraria untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran petani dan bangsa. Penetapan Hari Tani Nasional sendiri berdasarkan pada Keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 agustus 1963 Nomor 169/1963, yang menandakan pentingnya peran dan posisi petani sebagai entitas dan soko guru (tulang punggung) bangsa yang kerap dilupakan.

Indonesia merupakan negara agraris, dimana sebagian besar rakyatnya hidup sebagai seorang petani.  Bila diingat dahulu pada tahun 1953 presiden Soekarno dalam pidatonya dengan judul “Antara hidup dan mati”, beliau menekankan masalah terbesar bangsa Indonesia adalah memberi makan rakyatnya. Disini peran penting seorang petani yang bertanggung jawab memberi makan penduduk negaranya.

Bukan hal tabu lagi kita mendengar berbagai masalah yang datang dari pertanian negara kita. Bertambahnya penduduk yang berpengaruh pada kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan kebutuhan sosial lainnya yang semakin menggerus lahan pertanian. Data luas lahan pertanian dari Kementan tahun 2016 adalah 8,1 juta hektare. Sedangkan jumlah luas lahan pertanian dari Kementerian ATR dan BPS tahun 2018 telah menyusut menjadi 7,1 juta hektare. Hal ini menunjukan dalam dua tahun terakhir kita kehilangan sekitar 1 juta hektare lahan pertanian.

Mana yang lebih penting antara pangan atau papan kita? Bukankah bahan pangan sama pentingnya dengan tempat tinggal bagi manusia. Lalu bagaimana ketika hanya memikirkan tempat tinggal kita tanpa melihat bahan pangan kita. Dapat bertahan berapa lama bangsa ini dengan kondisi seperti ini?

Apa yang mengkhawatirkan dari masalah ini? Sejauh ini apa yang dilakukan pemerintah? Apa hal ini mempengaruhi kesejahteraan petani yang kita tau masih rendah? Atau ini penyebab utama kita masih impor bahan pangan? Lalu apa yang sudah kita lakukan sebagai mahasiswa pertanian? Apakah sudah cukup hanya dengan mencari ilmu di dalam kelas?

Hari ini harus menjadi sejarah yang mengubah pertanian Indonesia menjadi tonggak kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Bukan sekedar hari untuk melakukan demonstrasi belaka tanpa aksi nyata. Petani tidak butuh omong besar tapi mereka butuh aksi yang besar!!!

Selamat Hari Tani kawan, mari rayakan hari tani nasional dengan rasa bangga sebagai mahasiswa pertanian, penerus petani masa mendatang. Mari teriak dengan lantang, “Selamat Hari Tani Nasional, Sejahtera Petani Indonesia, Jaya terus Pertanian Indonesia”

Oleh: Fikri Rojaba Rohmatul Hidayah* Mahasiswa Perencanaan Sumberdaya Lahan 2017

Sumber gambar: Agc/Ammar

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1041

Komentar

Orang berkomentar