Informasi Terhambat, Mahasiswa Keluhkan Denda Peminjaman Buku

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
852

Pusat Pelayanan Informasi Ilmiah (PLII) Fakultas Pertanian merupakan salah satu fasilitas mahasiswa untuk meminjam buku. Kegiatan peminjaman buku lumrah terjadi di kalangan mahasiswa untuk menunjang kegiatan akademik. Sejak 1 September 2020 denda keterlambatan pengembalian buku mulai diberlakukan kembali, kebijakan ini menuai berbagai respon dari mahasiswa mengingat kuliah masih dilakukan secara daring.

Pihak PLII mengatakan bahwa informasi mengenai pengembalian buku sudah disebarkan melalui media instagram dan web milik PLII. “Semua informasi sudah ada di instagram dan web PLII” ungkap Sri Hartati selaku petugas PLII (10/11). Namun, mahasiswa yang kini berada di rumah merasa kurang mengetahui adanya pengumuman tersebut, “Saya baru mendapat informasi tentang denda sekitar pertengahan September” ujar Metri Widya Pangestika mahasiswa Agroteknologi 2019. Hal serupa juga diungkapkan oleh Sisca Nurul Hidayah mahasiswa Agroteknologi 2018 “Saya tidak tahu tentang info denda dan kebetulan datang untuk mengembalikan buku,” tuturnya (11/11).

Bagi mahasiswa yang berada diluar kota, mekanisme pengembaliannya dengan mengirimkan buku melalui paket, kemudian resi pengiriman dikirimkan ke PLII. “Untuk mahasiswa yang di luar kota, buku bisa dikirimkan melalui paket,” ujar Sri. Setelah sampai, pihak PLII dapat menghitung besar denda yang diperoleh mahasiswa. PLII dapat memberi keringanan denda dengan sistem menawar, namun mahasiswa harus datang ke PLII untuk meminta keringanan tersebut, “Yang bersangkutan datang ke PLII untuk membuktikan bahwa dendanya besar dan tidak bisa membayar denda secara keseluruhan,” ungkap Sri. Namun informasi mengenai keringanan denda ini belum sampai seluruhnya kepada mahasiswa, “Saya tidak tahu kalau bisa mengajukan keringanan denda peminjaman buku,” tutur Metri.

Dengan diberlakukannya denda pinjaman yang mulai aktif kembali, diharapkan penyebarluasan informasi juga turut mengimbanginya. Selain itu, mekanisme mengenai pemberian keringanan denda juga dapat dipermudah mengingat kondisi mahasiswa yang kini tersebar di berbagai daerah. “Harapannya PLII bisa lebih transparan dan sharing infromasi ke mahasiswa,” ungkap Metri. Pihak PLII pun juga mengharapkan agar mahasiswa lebih kreatif dan massif dalam membuka media sosial PLII “Mahasiswa harus dituntut lebih kreatif untuk membuka Instagram, dan web milik PLII agar mengetahui info-info terbaru yang ada”, ujar Sri. (Agc/Elsa/Difa)
Karikatur : Agc/Wahyu

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
852

Komentar

Orang berkomentar