Tak Kunjung Temui Rektor, Massa Tetap Duduki Rektorat

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
30

Rabu (8/5) ratusan mahasiswa Unsoed melakukan aksi di depan Gedung Rektorat Unsoed. Aksi tersebut merupakan tindaklanjut pertemuan “Dialog  Bersama Rektor” pada (2/5) lalu. Orasi berlangsung sejak pukul 11.10 WIB menyuarakan berbagai tuntutan.  Namun hingga sore hari rektor belum menemui dan memenuhi keinginan peserta aksi.

Aksi diawali longmarch yang dilakukan  dengan titik kumpul di PKM Unsoed pukul 09.00 WIB. Dalam aksi terdapat empat tuntutan yakni penurunan UKT mahasiswa semester akhir, memberlakukan tarif seluruh fasilitas Unsoed secara gratis untuk kegiatan mahasiswa, penghapusan SK Rektor tentang uang pangkal, dan transparansi anggaran.

Fatih Fida Ain, Presiden BEM Unsoed menjelaskan dilakukannya aksi ini untuk meminta jawaban terkait beberapa tuntutan mahasiswa, “Kami meminta statement yang pasti dari pihak Rektorat,” jelasnya (8/5).  Sejalan dengan hal tersebut, Denis Agita Meliana selaku Tim Riset Aliansi Soedirman Melawan mengungapkan aksi ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi antara pihak rektorat dan mahasiswa  “Kita berkumpul untuk menyatukan frame, karena ini adalah keresahan bersama,” ungkapnya (8/5).

Namun, hingga tengah hari massa aksi belum dapat menemui rektor. Fakhrul Firdausi selaku Koordinator Lapangan Aksi mengungkapkan peserta akan menunggu sampai pihak rektorat berkenan menemui. “Kami akan tetap di sini sampai ditemui pihak rektorat,” ungkapnya (8/5).

Pada pukul  13.33 WIB Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq M.Sc. Agr, Wakil Rektor Bidang Akademik akhirnya turun menemui massa. Selanjutnya tuntutan mahasiswa dibacakan.  Mereka menganggap surat keputusan rapat pimpinan Unsoed (3/5) tidak menyentuh poin yang dibahas dalam tuntutan. “Penjelas poin-poin dalam surat keputusan, tidak ada poin yang menyentuh tuntutan,” ungkap Fatih. Pertemuan berlangsung singkat, sebab  Akhmad kembali memasuki rektorat sebelum diskusi selesai. Hingga sore hari, massa masih menduduki rektorat guna memenangkan tuntutan yang belum relevan dari kajian yang sudah didiskusikan . (Agc/Sasa/Safira)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
30

Komentar

Orang berkomentar