Sudah Bisa PKL kah?

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Syarat yang ditunggu-tunggu itu akhirnya keluar : 90 SKS dengan  IPK minimum 2.75. Masa Praktik Kuliah Lapang (PKL) periode Januari-Februari 2013 sudah dekat, namun syarat PKL baru dikeluarkan 5 Oktober lalu. Beberapa mahasiswa yang telah sempat survey lokasi PKL pun terpaksa kecewa. Sementara mahasiswa dengan IPK dan SKS mepet pun dibuat resah menanti keputusan.

Setelah digodog oleh Komisi Studi Akhir (KSA) sejak tahun 2009, perubahan syarat PKL akhirnya mulai diterapkan pada masa PKL Januari-Februari 2013. Mahasiswa tingkat tiga (semester lima dan enam) kini diwajibkan mengantongi IPK minimum 2.75 dengan SKS yang sudah ditempuh minimal 90 SKS. Atau alternatifnya, IPK kurang dari 2.75 dengan sudah menempuh minimal 100 SKS.
Keluhan perubahan ini paling banyak dialami oleh mahasiswa dengan jumlah SKS yang telah ditempuh antara 86-89 SKS. Pasalnya, banyak dari mahasiswa ini yang IPKnya diatas 2.75. Jika jumlah SKS yang sedang ditempuh pada semester lima turut dihitung, seperti syarat periode sebelumnya, yaitu sedang menempuh 110 SKS, besar peluang mahasiswa ini lebih banyak mahasiswa dapat menempuh PKL periode ini.
Salah satu mahasiswa Agribisnis 2010 mengungkapkan kekecewaannya terhadap syarat baru tersebut. Dengan mengantongi IPK 2,86 dan telah menempuh 86 SKS, Ia merasa dirugikan. “Kalau pake syarat yang kemarin, SKS semester lima ikut dihitung, aku bisa PKL,” jelasnya (10/10).
Keluhan ini ditanggapi santai oleh salah satu anggota Senat Fakultas Pertanian, Ir. Siswantoro, M.P., “Selama PKL mundur tidak berakibat pada DO, itu tidak masalah,” ujarnya (11/10).  Menurutnya, mahasiswa yang belum PKL, bisa memanfaatkan waktu dengan mempersiapkan usul penelitian. Sehingga persiapan untuk penelitian pun menjadi lebih matang.
Walaupun sebetulnya diakui Ir. Siswantoro, turut kecewa dengan peraturan tersebut. Ia merasa peraturan kali ini justru akan mempersulit proses akademik mahasiswa. “Memang tidak jauh berbeda dengan yang lalu, tapi justru menyulitkan akademis mahasiswa,” ungkapnya. Salah seorang mahasiswa Agroteknologi, ’10, Rashidah, justru menganggap pihak fakultas ­plin-plan, “Katanya fakultas pengin mahasiswanya cepat lulus, tapi kok dipersulit untuk PKL,” keluhnya (11/10).
Pedoman PKL yang ditetapkan sejak 1 Februari 2012 lalu, nyatanya baru tersosialisasi 5 Oktober lalu. Beberapa mahasiswa menganggpanya terlalu mepet dengan jadwal PKL. Beberapa mahasiswa yang sudah melangkah jauh dengan rencana PKL mereka, merasa tidak adil jika ternyata belum bisa PKL periode ini. Sebab, tidak sedikit mahasiswa telah mengajukan surat permohonan PKL ke perusahaan-perusahaan, bahkan telah survey lokasi.
Ketua Komisi Studi Akhir (KSA) Fakultas Pertanian, Ir. GH. Sumartono, M.S.,  senada dengan hal tersebut. Persiapan PKL yang sudah direncanakan jauh hari, bisa digunakan untuk periode PKL berikutnya. Menurutnya, perubahan syarat SKS ini dimaksudkan agar mahasiswa yang terjun PKL telah berbekal materi kuliah yang cukup.
Banyaknya mahasiswa dengan SKS dan IPK yang belum memenuhi, namu sudah mendaftar pembekalan, membuat KSA mengambil alternatif kebijakan. Mahasiswa yang telah mendaftar, bisa mengikuti pembekalan untuk persiapan PKL periode selanjutnya. Selain itu, KSA telah menyiapkan pedoman yang sudah diunggah ke laman website http://faperta.unsoed.ac.id/content/file-akademik dengan pilihan : Buku Pedoman Skripsi dan PKL. “Untuk lebih lengkapnya, silakan mengunduh pedoman PKL di situs Fakultas pertanian,” terang Ir. GH (08/10).
Senat telah membagikan buku pedoman ini kepada seluruh dosen sejak diterbitkan. Harapannya, dapat segera disampaikan informasinya kepada mahasiswa bimbingan masing-masing. Namun, transfer informasi dari dosen PA kepada bimbingannya dirasa kurang. Nyatanya, sebagian mahasiswa tidak mengetahui perubahan syarat PKL. Sementara beberapa dosen menganggap, penyampaian informasi PKL kepada mahasiswa adalah wewenang KSA.
“Harusnya mahasiswa lebih aktif menghubungi komisi,” tegas Ir. Siswantoro. Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya menunggu informasi dari dosen PA atau dari bagian akademik. Mahasiswa bisa memperoleh informasi dari KSA dan laman website Fakultas Pertanian.
Sementara, merujuk pada buku pedoman Fakultas Pertanian 2010/2011, ternyata syarat untuk PKL yang berlaku sekarang sudah tercantum di dalamnya. “Ada kok, di buku panduan kita dulu,” tutur mahasiswa ITP 2010 yang tidak mau disebutkan namanya.
Siswantoro menambahkan, ke depannya, aturan yang ditetapkan akan makin ketat. Hal ini bertujuan agar mahasiswa menjadi pribadi yang lebih disiplin. Pada prosesnya, pihak Fakultas juga memiliki kelonggaran-kelonggaran terkait akademik apabila mahasiswa sudah terancam DO. “Jika ada aturan baru jangan terlalu dipikirkan,” tukasnya mengakhiri. (Aprilia/RanggaH)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar