Sterilisasi Kampus, Pembatasan Pelayanan Diberlakukan

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
734

Sehubungan dengan antisipasi pencegahan Covid-19, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mensterilisasi berbagai kegiatan kampus. Adapun bentuk sterilisasinya yaitu semua kegiatan civitas akademik baik pembelajaran ataupun layanan lainnya ditiadakan dalam kurun waktu 2 pekan. Kegiatan civitas akademik di kampus hanya boleh dilakukan dengan adanya ijin serta pemberitahuan sebelumnya.

Terhitung hari Kamis 19 Maret 2020 semua pintu ditutup, “Pintu ditutup kecuali pintu utama, dan hanya yang berkepentingan yang diperbolehkan masuk,” ujar Kusdi Staf-Sub Bagian Umum dan Perlengkapan (18/3). Selain akses keluar masuk ditutup, mulai hari ini juga dilakukan penjadwalan untuk pegawai kampus. “Hari ini pembentukan piket, penjadwalan untuk yang datang ke kampus dan penempelan himbauan,” ungkap Kusdi. Hal serupa juga berlaku pada staf Bagian Pendidikan (Bapendik), dimana pelayanan terhadap mahasiswa dibatasi, “Dikarenakan tidak diperbolehkan adanya kegiatan, kami membuat jadwal piket untuk penugasan di Bapendik,” ujar Achmad Noor selaku Kepala Sub-Bagian Akademik (18/3). Saat ini Bapendik hanya melayani admnistrasi terkait seminar, “Mahasiswa yang mau pendadaran, seminar proposal dan hasil nanti dilayani dengan catatan sudah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing,” tambah Achmad.

Kegiatan bimbingan yang pada biasanya dilakukam secara tatap muka, kini sudah tidak mendapat pelayanan dari dosen terkait, “Besok sudah tidak ada pelayanan termasuk bimbingan,” ungkap Budi Darmawan selaku Kepala Jurusan Agribisnis. Hal ini membuat mahasiswa tingkat akhir merasa kecewa “Sebenarnya kecewa tapi mau gimana lagi,” ungkap Niken selaku mahasiswa Agribisnis 2015 (18/3). “Metode bimbingan bisa dilakukan melalui online oleh dosen terkait,” ujar Hidayah selaku Wakil Dekan Bidang Akademik (17/3)

Adanya sterilisasi tersebut Niken menawarkan solusi yang lebih efektif seperti melalui aplikasi tertentu yang dapat mengganti metode bimbingan secara langsung. “Semoga ada solusi dari dosen dengan penggunaan aplikasi agar bimbingan online ini lebih efektif,” harap Niken. Selain itu Hidayah mengungkapkan “Diharapkan mahasiswa dan civitas akademik dapat bekerjasama dengan fakultas untuk mengatisipasi virus ini,” Harapnya. (Dewi/Tina)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
734

Komentar

Orang berkomentar