Satgas Pembelajaran Daring Mulai Dibentuk

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
518

Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai menerapkan sistem perkuliahan dalam jaringan (daring). Sistem ini membuat mahasiswa dan dosen tidak perlu bertatap muka pada setiap jam perkuliahan. Namun, masih ada beberapa dosen yang belum familiar dengan sistem ini, sehingga dibentuklah tim satuan tugas (satgas) yang nantinya membantu dalam pelaksanaan pada sistem ini.
Pembelajaran daring telah dilakukan selama tiga hari, dosen dan mahasiswa dituntut untuk melakukan pembelajaran dengan sistem yang baru agar ilmu tetap tersampaikan selama masa sterilisasi. Beberapa kendala sempat dihadapi seperti server Eldiru yang sempat down, “Kemarin ada kelas yang sempat down, namun akhirnya tetap berjalan dengan aplikasi yang lain,” ungkap Baharuddin Ahmad Sobari selaku mahasiswa Agribisnis 2017 (17/3). Hal tersebut dibenarkan oleh Budi Darmawan, S.P., M.Si., Ph. D. selaku ketua jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, “Kendala Eldiru di servernya yang sempat down, jadi kita alihkan ke google classroom,” tuturnya (18/3).
Sistem perkuliahan Daring memerlukan pengajar yang lihai di bidang teknologi informasi. Maka dari itu satgas dibentuk untuk mengajari dosen cara penerapan sistem daring, Satgas sebagai mediator materi sistem daring dari LP3M ke dosen, ujar Budi. Anggota Satgas sendiri merupakan dosen perwakilan dari masing-masing jurusan, Satgas perwakilan 4 orang per fakultas, ungkap Dr. Ir. Hidayah Dwiyanti. M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik (17/3).
Sistem perkuliahan daring yang dilakukan saat ini menggunakan dua platform, Saat ini satgas mengajarkan cara penggunaan Eldiru dan google classroom, ungkap Budi. Pembelajaran mengenai sistem ini terus dilakukan, Pelatihannya terus dilakukan agar semua dosen bisa paham,” tambah Budi. Namun, beberapa dosen dinilai masih minim keterampilannya terkait sistem daring ini. Bahar merasa kebingungan dengan metode pembelajaran daring ini. “Bagi dosen yang sudah terbiasa ya mungkin tidak masalah, tapi dosen yang kurang mengerti daring membuat mahasiswa kebingungan dengan metode pembelajarannya,” ujar Bahar.
Menyikapi kendala yang dihadapi oleh dosen, ke depannya satgas di Fakultas Pertanian akan ditambah. “Nanti kita membuat satgas di samping 4 orang ini agar informasinya cepat tersampaikan,” ungkap Hidayah. Harapan muncul dari Bahar, “Semoga ke depannya pelatihan dosen diringkatkan agar tidak mengalami kendala dan kesulitan,” harapnya. (Agc/Tina)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
518

Komentar

Orang berkomentar