Rektor Tidak di Tempat, Massa Bubarkan Diri

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
26

Kamis (12/7) ratusan Mahasiswa Unsoed melakukan aksi penolakan uang pangkal di depan Gedung Rektorat Unsoed. Orasi mahasiswa berlangsung sejak pukul 10.50 WIB menyuarakan berbagai tuntutan. Namun, hingga tengah hari peserta aksi membubarkan diri karena belum dapat menemui rektor.

Aksi diawali longmarch yang dilakukan  dengan titik kumpul di PKM Unsoed pukul 10.00 WIB. Dalam aksi terdapat 3 tuntutan yakni penghapusan SK uang pangkal dan kode etik, transparansi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan penentuan tarif uang pangkal, serta penghapusan pungutan liar (pungli) dalam bentuk apapun.

Namun massa yang tiba di rektorat tidak dapat  menemui rektor karena tidak berada di tempat. Prof. Dr. Hibnu Nugroho, SH., M.Hum, Wakil Rektor (WR) Bidang Umum dan Keuangan mengungkapkan rektor sedang berada di luar kota, “Sesuai Surat Tugas, rektor, WR 1, dan WR 4 berada di Semarang dari Kamis sampai Jumat,” ungkapnya (12/7). Sebagai tindak lanjut, Dr. Kuat Puji Prayitno, SH., M.Hum selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni meminta peserta aksi untuk melakukan forum diskusi antara perwakilan mahasiswa dan Wakil Rektor.  “Kajian antara Unsoed dan mahasiswa berbeda, perlu adanya forum untuk menyelesaikan kajian secara ilmiah,” ujarnya (12/7).

Namun peserta aksi menolak untuk melakukan diskusi dengan alasan hanya mau berdiskusi dengan rektor. Sujada Abdul Malik, presiden BEM  Unsoed mengungkapkan, “Diskusi dengan selain Rektor belum tentu mengubah keputusan (red: mencabut SK uang pangkal),” ungkapnya (12/7). Peserta aksi akhirnya membubarkan diri dan akan mengadakan evaluasi. Sidiq, Mahasiswa FPIK 2015 menegaskan, “Selanjutnya akan dilakukan evaluasi untuk membahas konsolidasi lanjutan,” tegasnya (12/7).  (Sasa/Tina).

 

Foto; Agc/Ammar

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
26

Komentar

Orang berkomentar