Rektor Izinkan Keringanan UKT 2014

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si., sedang memaparkan tanggapan atas

surat tunututan Somasi Unsoed di aula rektorat lantai satu. Foto: Janu (9/1)

Permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dialami mahasiswa 2014 terus diperjuangkan Somasi (Solidaritas Mahasiswa) Unsoed dalam audiensi UKT dengan rektor dan seluruh dekan tiap fakultas, di aula rektorat lantai satu, Jum’at (9/1). Meskipun audiensi berlangsung singkat karena terbentur waktu ibadah sholat Jumat, namun rektor tetap membuka diri terkait mahasiswa yang keberatan atas biaya UKT.
Alan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2014, dalam sesi tanya jawab mengungkapkan, kondisi perekonomiannya dalam perkuliahan hanya didukung oleh kakak kandungnya yang telah berkeluarga. “Saya masuk dalam level tujuh sedangkan saya telah yatim piatu,” ujarnya (9/1). Ia juga menceritakan meskipun gaji kakaknya lima juta, hal ini tetap dirasa memberatkan. “Bukan berarti saya membela diri, tapi barang kali di luar sana ada mahasiswa seperti saya atau bahkan kurang beruntung dari saya, lalu kenapa saya digolongkan dalam level tujuh?,” keluhnya.
Pertanyaan Alan ditanggapi langsung oleh Rektor Unsoed, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si., penggolongan level telah diatur sistem ketika telah menuliskan pendapatan orang tua, tapi jika keadaannya seperti itu ada kesempatan untuk mengajukan keringanan. “Anda bisa temui rektor, dan mengajukan keringanan agar dapat disposisi. Itulah kesempatan berharga acara ini jika dilakukan dengan baik,” jawab Iqbal (9/1).
Drs. Nurul Anwar, M.S., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, menegaskan jika mahasiswa yang telah menuliskan pendapatan saat awal pendaftaran, maka itu sudah diatur sistem untuk digolongkan pada level tertentu. Namun, akan ada kebijakan tertentu seperti keadaan saudara Alan, tapi bukan berarti semua dapat mengajukan keringanan. “Kami memiliki kroscek, banyak yang dulu mengisi pendapatnya tinggi, sekarang mengajukan keringanan, mungkin karena motif awal agar diterima perguruan tinggi negeri,” ungkapnya (9/1).
Iqbal manambahkan, akan memberi kesempatan serupa bagi mahasiswa Unsoed untuk menemui rektor hanya pada hari selasa, 13 Januari 2015. “Saya juga pernah merasakan hal serupa, makanya kebijakan saya condong ke mahasiswa, jika ada sesautu dapat dikomunikasikan dengan baik,” pungkasnya. (Argha)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar