Prodi Respon Lambat Seleksi Mawapres

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Banner
pengumuman Mawapres
yang terpasang di Gedung A (27/3). Agc/Bunga
Tahapan seleksi Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) di Fakultas Pertanian (Faperta) kurang dipersiapkan secara maksimal oleh program studi (prodi). Hal ini terlihat dari beberapa prodi yang baru melaksanakan seleksi Mawapres tingkat fakultas. Padahal, batas akhir penyerahan berkas ke panitia tingkat Fakultas 30 Maret 2015.
Seperti yang terjadi di prodi Agribisnis, sosialisasi hanya dilakukan melalui papan pengumuman. “Sosialisasi hanya melalui papan pengumuman di sekitar prodi,” ungkap Ir. Tatang Widjojoko, M.P, Sekretaris prodi Agribisnis (27/3). Hal ini menyebabkan minimnya mahasiswa yang mendaftar sebagai Mawapres. “Hanya 4 mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti seleksi,” tambah Tatang. Berbeda dengan prodi Teknik Pertanian (TEP), sosialisasi dilakukan di berbagai media. “Kaprodi mengumumkan langsung lewat media sosial,” ungkap Supriyatna, mahasiswa TEP 2012 (27/3).
Wakil Dekan 3 Faperta, Dr. Ir. Siswantoro, M.P, mengatakan, sudah memberikan informasi melalui rapat bersama ketua prodi 4 Maret lalu. “Kami mengadakan rapat pada 4 maret, saya kira waktu 3 minggu cukup untuk prodi menyeleksi calon Mawapres,”ujar Siswantoro (27/3). Kemudian, Wakil Dekan 3 memberi wewenang pada masing-masing prodi untuk menginformasikan kegiatan mawapres kepada mahasiswa.
Meskipun Prodi dan Wakil Dekan 3 sudah mempublikasikan tentang adanya kegiatan Mawapres, namun hal ini belum bisa meningkatkan antusias mahasiswa untuk mengikuti mawapres. Hal ini diamini Astri Amanda, mahasiswa Agrobisnis 2014, ”Saya minat ikut mawapres tapi telat karena kurang sosialisasi,”ungkapnya (27/3). (Ayu/Bunga)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar