Problematika Draft Peraturan Rektor

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

 

Peraturan Rektor tentang Tata Laksana Organisasi Kemahasiswaan memuat berbagai ketentuan untuk mahasiswa dalam berorganisasi. Namun, peraturan tersebut hingga kinimasih dalam bentuk draft dan belum di tandatangani rektor. Meski demikian, rencana penerapan peraturan ini telah menuai banyak pro kontra.

Draft Peraturan Rektor tentang Tata Laksana Organisasi belum diterima dan ditandatangani oleh Rektor (26/5). Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si selaku Rektor  Unsoed, ‘’Sampai sekarang belum berada di Saya,’’ tuturnya (26/5). Kepala Bagian Pengembangan Mahasiswa dan Alumni, Drs. Akhmad Suheli, MM  menambahkan bahwa draft  Peraturan Rektor sampai sekarang (24/5) masih dalam pembahasan oleh tim penelaah, ‘’Sekarang posisi di tim penelaah,’’ ujarnya (24/5).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Faperta, Dr. Ir. Siswantoro, M.P., sebagai perwakilan Faperta dalam pembahasan draft Peraturan Rektor,  menjelaskan peraturan tersebut  bertujuan untuk menyeimbangkan akademik dan softskill mahasiswa. ‘’Jangan sampai organisasi menganggu akademik,’’ ujarnya (26/5).

Penyeimbangan akademik dan organisasi termuat dalam draft  pada pasal 6 yaitu adanya syarat IPK minimal 2,75, minimal semester 3 serta maksimal semester 6 untuk menjadi pengurus organisasi.

Poin pada pasal 6 dalam draft membuat mahasiswa resah. Ilham Faozi, Mahasiswa Agroteknologi 2014, beranggapan bahwa dengan peraturan tersebut mahasiswa dibatasi untuk bisa berorganisasi, “Mahasiswa yang kurang di bidang akademik lebih ingin memantapkan dirinya di organisasi,“ ujarnya (26/5). Hal tersebut dijelaskan oleh Siswantoro, ‘’Jika benar peraturan tersebut diterapkan kemungkinan diberlakukan untuk Presiden BEM dan Ketua Hima-unit saja,’’ tuturnya.

Di sisi lain, M. Imam Juliansyah Gumay, Wakil PresBEM Faperta terpilih mengungkapkan, peraturan tersebut perlu dikaji secara lingkungan agar kaderisasi kepemimpinan tetap berjalan. “ Jika tetap digunakan standar tersebut, apakah akan muncul nama ketua Hima/unit maupun PresBEM?,” ujarnya (26/5).

Siswantoro menambahkan, selama Peraturan Rektor belum disepakati dan ditandatangi, mahasiswa masih bisa melakukan kegiatan organisasi seperti biasanya. “Selama draft belum disetujui masih bisa mengikuti organisasi seperti biasanya,’’ ungkapnya. (Nindya/Ema)

 

Karikatur: Agc Afta

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

Orang berkomentar