Penyertaan Kartu Ujian Tengah Semester Kurang Efektif

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

       Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Unsoed harus membawa kartu ujian tengah semester (UTS) Senin (17/10) mendatang. Sebelumnya, mahasiswa hanya perlu membawa Kartu Studi Mahasiswa (KSM) dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Penyertaan kartu ujian ini dinilai kurang efektif karena UTS belum ada sistem cekal.

       Kartu ujian ditujukan untuk mengetahui mahasiswa yang tercekal. Mahasiswa yang belum memenuhi daftar kehadiran tidak dapat mengikuti ujian. “Kalau ada mata kuliah yang kehadirannya kurang dari 70 persen, tidak tercantum di kartu ujian,” terang Eko Sumanto, S.Pt., Kasubbag Akademik dan Evaluasi Unsoed.

       Penerapan kartu ujian dinilai kurang efektif jika diterapkan saat UTS. Hal ini disebabkan sistem perhitungan cekal baru dilakukan setelah 14 pertemuan. Sehingga saat UTS, semua mata kuliah tercantum dalam kartu ujian. “Ya dihitungnya kalau sudah satu semester,” tambah Eko. Menanggapi hal itu, Imam J. Gumay, mahasiswa Agroteknologi 2014, mengungkapkan, “Kalau dilihat dari sisi fungsi cekal memang belum efektif,” ujarnya (15/10).

       Kartu ujian merupakan kebijakan universitas. Namun, penerapannya diserahkan  pada masing-masing fakultas. Faperta mewajibkan mahasiswa untuk membawa kartu ujian, KSM, dan KTM saat UTS.  “Ya semua (red: Kartu ujian, KSM dan KTM) syaratnya dibawa saja,” jelas Sri Wahyuningsih, S.Sos, Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan Faperta (12/10). Hal berbeda disampaikan Eko, “Ketika sudah ada kartu ujian tidak perlu membawa KSM,” paparnya (13/10).

       Perbedaan penerapan kartu ujian diakui Eko akibat tidak ada penentuan standar dari pusat. “Dari sini (red: pusat) tidak ada patokannya, penerapannya diserahkan fakultas masing-masing,” tambah Eko.  Menanggapi hal tersebut, Ruri Stefani, mahasiswa Agrobisnis 2014, menuturkan, “Lebih baik salah satu saja yang jadi persyaratan ujian, KSM saja atau kartu ujian saja,”tuturnya (14/10).

       Mengingat kebijakan kartu ujian terbilang baru, Dinda Nuril, mahasiswa Agroteknologi 2014 mengungkapkan perlunya perbaikan sistem dan regulasi. “Perbaiki lagi sistem dan regulasi absensinya,” tutupnya (15/10). (Anne, Ayu)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar