Miskin Penerangan, Keamanan Mahasiswa Terancam 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Minimnya penerangan di lingkungan Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Jenderal Soedirman pada malam hari dikeluhkan banyak pihak. Hal ini dikarenakan wilayah Faperta yang luas dan rimbun tidak diimbangi dengan penerangan yang memadai.

Maraknya tindak kejahatan di sekitar lingkungan kampus, seperti pencurian helm dan kendaraan bermotor, menjadi momok bagi mahasiswa. Faperta yang sejauh ini dinilai aman ternyata memiliki spot – spot dengan penerangan minim yang berpotensi menjadi lokasi tindak kejahatan. Sebut saja jalan di sekitar Faperta dan lahan parkir, seperti yang diungkapkan Aprilia Fauzia, Mahasiswi Agroteknologi 2015, “Parkiran sama jalanan di sekitar gedung C itu yang perlu penerangan, soalnya gelap banget” tuturnya (1/10).

Hal senada diungkapkan Imam Achmad, Mahasiswa PSL 2013, “Penerangan masih sangat kurang apalagi di pojokan jalan, ditakutkan terjadi tindakan kriminal,” ujarnya (3/10). “Kan di Faperta banyak pohon tinggi, jadi seram kalo nggak ada lampu,” keluh Sofianingsih, Mahasiswi Agribisnis 2015 (1/10).

Tidak hanya mahasiswa, Darisun selaku Petugas Keamanan Faperta juga mengeluhkan hal yang sama. Penerangan yang minim dinilai cukup berpengaruh terhadap kinerja, “Walau ada petugas keamanan, tapi kalau gelap kan sama saja, membuat pekerjaan kami menjadi kurang maksimal,” ujarnya (1/10). Darisun menambahkan, masalah penerangan bukanlah hal baru di Faperta, ”Penerangan memang dari dulu kurang, Faperta kan gedungnya luas, jadi penerangan juga harusnya banyak,” jelasnya

Gelapnya lingkungan kampus juga dikeluhkan Arief Maulana, Mahasiswa Agribisnis 2015, “Penerangannya kurang, kalau cewe kan kasian mereka merasa takutlah karena gelap,”ujarnya (1/10). Arief menambahkan, akibat dari gelapnya lingkungan kampus juga mempersulitnya ketika mencari barang yang hilang. “Saya pernah kehilangan kunci motor, gara-gara penerangannya kurang jadi menghambat proses pencarian,” keluhnya

Minimnya penerangan ini telah terjadi sejak lama. Saat dimintai keterangan, Anita, Staff Sub Bagian Umum, berdalih bahwa mereka tidak mengetahui masalah penerangan ini dikarenakan jam kerja mereka yang hanya sampai siang hari, “Ya kami tidak tahu – menahu tentang penerangan yang minim karena lampu jalan kan dinyalakannya malam, sedangkan kita di kantor cuma sampai siang,” jelasnya (5/10).

Untuk kedepannya, Anita menjawab bahwa masalah ini akan dikonfirmasi lebih lanjut kepada Kepala Sub Bagian Umum, “Nanti kami konfirmasi lebih lanjut,”jelasnya (5/10). Jika hal ini tidak ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, seperti tindak asusila dan atau kriminalitas di area kampus Faperta. ”Harapannya semoga buru-buru diperbanyak lampunya, jangan nunggu bikin proposal dulu,” tutup Sofianingsih (1/10). ( Aul/Una/Ayas).

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar