Minim Koordinasi Dosen – Bapendik, Jadwal Bentrok

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

      Kurangnya koordinasi antara bagian pendidikan (Bapendik) dan dosen pengampu dinilai sebagai penyebab utama kisruhnya jadwal perkuliahan di Fakultas Pertanian. Hal ini membuat mahasiswa kecewa. Pasalnya, jadwal yang tertera di Kartu Studi Mahasiswa (KSM) dengan yang ada di Bapendik tidak sama.


    Salah satu contoh adalah mata kuliah matematika di prodi Perencanaan Sumberdaya Lahan (PSL). Di waktu yang sama, dosen pengampu matematika juga harus mengajar di Fakultas Teknik. Fajar Andrianto, Mahasiswa PSL 2015 mengungkapkan, “Bentrok dengan mata kuliah di teknik,” ungkapnya (1/10). Tidak hanya itu, seperti yang diungkapkan Cyntia Sofi Anggraini, Mahasiswi PSL 2013, “Pas mau kuliah, ternyata ruangannya dipakai kelas lain,” keluhnya (2/10).

Hal ini diperparah dengan buruknya koordinasi antara Bapendik dan dosen saat dimintai kejelasan mengenai jadwal. Fajar mengeluhkan Bapendik dan dosen yang terkesan saling lempar tanggung jawab, “Bapendik meminta saya mengikuti jadwal dari dosen saja, tetapi dosen meminta saya menghubungi Bapendik karena menurut dosen, Bapendiklah yang seharusnya mengurusi hal tersebut,” jelasnya. Sementara itu dosen Sosial Ekonomi Pertanian, Ratna Satriani, SP., M.Sc. juga mengungkapkan kekecewaanya, “Saya kecewa, padahal kita sudah mengatur jadwal sedemikian rupa buat kuliah, ternyata kuliahnya bentrok kan kita jadi merubah jadwal semuanya,” sesalnya (6/10).

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan Faperta, Sri Wahyuningsih, S.P. berpendapat bahwa pengaturan jadwal berada di bawah kendali Prodi, “Bapendik hanya sebagai media perantara antara Prodi dan tim teaching kepada mahasiswa,” ujarnya (2/10). Mengenai sistematikanya, Sri menjelaskan bahwa Bapendik menyerahkan tanggung jawab kepada masing-masing Prodi, “Saat pergantian tahun ajaran, Bapendik mengadakan rapat dengan pihak Prodi dan tim teaching. Nantinya, Bapendik menyerahkan kepada masing-masing Prodi beserta tim teachingnya untuk dibentuk jadwal dan diatur penempatan dosennya,” tambahnya.

 Berbeda dengan Sri, Nur Prihatiningsih selaku Koordinator Agroteknologi Paralel, menjelaskan bahwa tanggung jawab Prodi hanya sebatas pada penentuan dosen, “Kami, pihak Prodi hanya mengatur tentang dosen lewat rapat terbuka dan sepenuhnya mengenai pengaturan jadwal itu urusan Bapendik,” jelasnya (5/10). (Eha/Ciki/Fatih)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar