Menghemat Dana, Panitia Tak Cetak Pamflet

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
 Pelantikan Kabinet Kolaborasi Bersama periode 2015/2016 oleh Nungky Surya Nugroho selaku Presiden BEM Kema Faperta pada Sabtu (9/5) di Auditorium Faperta. Dari 40 orang yang ditetapkan duduk dalam kabinet BEM, hanya 36 orang yang dilantik.

Sisanya berhalangan hadir. (Foto: Agc/Aul)

Keterbatasan dana yang dimiliki BEM Kema Faperta untuk mencetak pamflet dalam mendukung kegiatan publikasi pelantikan kabinet baru yang bernama Kabinet Kolaborasi Bersama, menyebabkan panitia pelantikan tidak mencetak pamflet. Salah satu pemicunya adalah panitia dan BEM kekurangan dana untuk menyelenggarakan acara tersebut.
Keterbatasan dana ini merupakan dampak dari dana yang di-cut off sejak Maret hingga Mei, seperti yang disampaikan Nungky Suryo Nugroho selaku Presiden BEM Kema Faperta, “Gara-gara dana di-cut off, saya dan teman-teman BEM menalangi dana yang kurang untuk pelantikan, “ tegasnya (9/5). Hal senada disampaikan Imam Achmad M selaku ketua pelantikan kabinet yang baru, “Kita ingin ngirit dana. Makanya kita ngga cetak pamflet”, terangnya (9/5).
Ketiadaan pamflet menyebabkan publikasi tidak maksimal.  Minimnya kehadiran Hima-unit pun menjadi imbasnya. “Aku ngga tau kalau hari ini ada pelantikan BEM, “ ujar Akbar anggota Bezper (9/5). Senada dengan yang disampaikan Pardianto anggota UKT, “Aku ngga tahu ada pelantikan BEM, “ keluhnya (9/5).
Menanggapi hal tersebut, panitia mengklaim telah melakukan publikasi secara masif pada jajaran Hima-unit untuk menghadirkan wakilnya dalam pelantikan kabinet. “Lewat sosial media, menyebar undangan, dan mendatangi Hima-unit satu persatu untuk hadir dalam pelantikan udah kita lakuin, “ ujar Imam.
Pardianto menambahkan, peran pamflet dalam publikasi dianggap penting untuk memasifkan publikasi, dikarenakan tidak semua mahasiswa aktif di sosial media. Sehingga perlu ada pamflet supaya mahasiswa tahu. Selain pamflet, publikasi dari mulut-mulut juga penting untuk semakin memasifkan publikasi acara. “Ngga cuma undangan, dan pamlet. Tapi ngabarin dari mulut ke mulut juga perlu, “ pungkas Akbar. (Janu)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar