Menanti Kemandirian FPIK

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
9

      Kegiatan akademik yang berlangsung di perguruan tinggi tidak hanya terjadi di ruang kelas. Tetapi juga terjadi di luar kelas seperti laboratorium. Keberadaannya menjadi penunjang kegiatan akademik mahasiswa yaitu kegiatan praktikum. Oleh karenanya, keberadaannya menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi mahasiswa. Kendatipun demikian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsoed belum bisa memenuhi kebutuhan mahasiswanya.

      Sejak berdiri pada 2014, FPIK hanya memiliki dua laboratorium. Laboratorium tersebut hanya dapat digunakan untuk mata kuliah Avertebrata, Iktiologi dan Limnologi. “Untuk praktikum yang berhubungan dengan perikanan dan kelautan praktikumnya di laboratorium sendiri (red:FPIK),” terang Agung Budi A.Md, staf Bidang Akademik FPIK (30/11). Sementara itu, praktikum Fisika dan Kimia dipenuhi dari laboratorium di luar FPIK, “Untuk mata kuliah Fisika dan Kimia masih numpang di laboratorium FMIPA,” sambung Agung.

      Kondisi tersebut dikeluhkan mahasiswa karena harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk melaksanakan praktikum. Hal ini diungkapkan Vania Dwi Jayanti, mahasiswa FPIK 2016, “Jauh, ke fakultas lain pula, nggak tahu tempatnya, risih lah pokoknya,” keluhnya (29/11). Berbeda halnya dengan Vania, Agung Trilaksono, mahasiswa Budidaya Perairan 2012 tak mempermasalahkan hal tersebut. “Karena keadaan ini sudah terjadi sejak dulu-dulu, buat saya sih nggak jadi masalah kalau praktikum ke laboratorium fakultas lain,” ujarnya (30/11).

      Meski sebagian mahasiswa sudah terbiasa dengan tradisi tersebut, harapan datang dari civitas akademika FPIK.. “Ingin punya laboratorium sendiri, dari pada harus ke laboratorium fakultas lain,” tutur Vania. Menanggapi hal tersebut, Agung menuturkan bahwa sudah ada rencana pembangunan laboratorium FPIK. “Untuk rencana pembangunan laboratorium, kami telah memasukkannya dalam rencana anggaran pembangunan dan sudah dikirim ke bagian pusat,” tuturnya. Rencananya, FPIK akan membuat laboratoium terpadu tiga lantai,”Ingin punya laboratorium terpadu tiga lantai dengan alat dan bahan yang memadai” tutur Agung.

      Namun, sampai saat ini FPIK belum memberikan jawaban pasti terkait rencana pengadaan laboratorium. “Jika ditanya sampai kapan mau numpang sih masih nggak tahu,” paparnya. Salah satu penyebab belum terealisasinya pengadaan laboratorium adalah belum disetujuinya rencana anggaran pengadaan laboratorium oleh rektor, “Fakultas telah berusaha mengajukan rencana anggaran ke pusat namun memang belum disetujui hingga saat ini,” jelas Agung.

    Ia berharap agar rencana pembangunan laboratorium segera disetujui sehingga mahasiswa FPIK bisa melaksanakan praktikum secara mandiri di fakultasnya. “Semoga saja rencana pembangunan segera disetujui dan segera dibangun laboratorium terpadu di FPIK,” tuturnya. Harapan senada juga diungkapkan Vania, ”Semoga pembangunannya cepat terealisasikan,” pungkasnya. (Cabe Savira/ Cabe Tiva/ Cabe Mentari)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
9

Komentar

Orang berkomentar

LPM Agrica

Bila mulutmu dibungkam, tajamkan penamu !