Mediasi, Mahasiswa Merasa Diintimidasi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Sebanyak lima belas mahasiswa angkatan 2012 dari berbagai fakultas mendapat undangan mediasi tertutup bersama Rektorat di Gedung Rektorat lantai dua Universitas Jenderal Soedirman, Selasa (10/9). Langkah ini dilakukan pihak Rektorat untuk mencoba menyelesaikan masalah UKT 2012  secara internal. Namun, bukannya mediasi mahasiswa justru merasa terintimidasi oleh Rektorat.

Muhammad Iqbal, mahasiswa Fakultas Peternakan sekaligus koordinator angkatan 2012 menuturkan, Rektorat membuat mereka merasa tertekan. “Data kami dipelajari oleh mereka, kami merasa diintimidasi oleh mereka,” ujarnya (10/9). Sebelumnya, tim penggugat yang merupakan mahasiswa 2012 dipanggil via telepon oleh pihak Rektorat pada senin malam. “Orang tua kami pun ditelepon oleh pihak Rektorat,” ujar Iqbal.

Iqbal juga menuturkan dalam mediasi tersebut Rektorat menawarkan untuk mempertimbangkan kembali langkah mahasiswamenempuh jalur hukum. “Kami diminta untuk mempertimbangkan kembali langkah yang kami ambil, karena ini masalah internal dan tidak perlu sampai ke PTUN,” jelasnya.

Munirah Dinayati, koordinator Save Soedirman menuturkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Rektorat merupakan tindakan yang tidak etis karena memanggil mahasiswa ketika sedang menempuh jalur hukum. “Mari adu argumen di pengadilan, itu lebih elegan dan fair. Jangan pakai cara-cara intimidasi,” tegasnya (10/9).

Sebelumnya gugatan dilayangkan lantaran UKT 2012 masih dianggap belum selesai oleh mahasiswa, sehingga dilakukan pengambilan jalur hukum oleh tim penggugat 23 Juli 2013 silam di PTUN Semarang. “Upaya hukum melalui PTUN ditempuh karena selama ini komunikasi tidak jalan. Bahkan, mereka secara sepihak mengambil keputusan tentang UKT,” jelas Munirah.

Sementara itu pihak Rektorat belum mau memberikan komentar seputar mediasi yang telah dilakukan. “Kami belum siap untuk berkomentar,” ujar Imam Santoso, Pembantu Rektor III. Tim penggugat akan meneruskan perkara UKT 2012 yang berlangsung selama setahun ini ke ranah pengadilan. “Kami akan melanjutkan perkara ini, dan nantinya akan masuk sidang yang kelima,” tutur Iqbal. (Rizki/Sangsang)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar