Makrab, Ketika Proses Masuk ‘Rumah’ Bersamaan

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Malam keakraban atau Makrab menjadi momen Hima-unit untuk menyambut atau melantik anggota barunya. Beragam versi kegiatan disusun sesuai karakter masing-masing Hima-unit. Tujuannya tidak lain, pembentukan pola pikir awal mahasiswa baru terhadap organisasi, wadah yang akan menempa mereka berproses. Hingga mengakhiri proses awal mereka, yaitu Makrab. Bagaimana jika makrab, proses menggiring mereka masuk ke ‘rumah’ ini bersamaan dengan ‘rumah’ lain?

Sebelumnya, mahasiswa angkatan 2012 telah dibuka pandangannya dengan OSMB. Kemudian diantar dengan Expo Hima-unit. Baru kemudian dimasukkan ke ‘rumah’ masing-masing melalui makrab. OSMB sebagai gerbang awal, diakui mantan Ketua OSMB, M.M. Rizki, Agribisnis ’10, terkandung muatan kegiatan organisasi, merupakan upaya pembentukan pola pikir yang bertujuan untuk menyampaikan pentingnya berkontribusi dalam organisasi kampus.

Sebagai proses akhir dari proses awal, baik Hima maupun UKM menginginkan dapat melakukan kegiatan secara maksimal. Pada prosesnya, penyelenggaraan momen ini sempat diresahkan beberapa Hima dan UKM karena sempitnya jadwal yang tersedia. Departemen Dalam Negeri (Dagri) BEM, melalui menterinya,  Arif Imam Mahmud (11/10) akhirnya turun tangan. Pihaknya menetapkan tanggal pelaksanaan makrab untuk Hima yaitu 28, 29, 30 September 2012. Sedangkan untuk Makrab UKM dialokasikan waktu 3 minggu mulai awal Oktober.

Namun, pada pelaksanaannya, tetap terdapat beberapa makrab yang terpaksa berbenturan jadwal. Seperti Makrab SEGA, Bezper dan UKT bersamaan dengan makrab Himagrita dan Himasela. “Himagrita terpaksa mengadakan makrab pada 6-7 Oktober 2012 karena ada kegiatan Jurusan. Sedangkan Himasela tidak ada kejelasan dan konfirmasi ke Dagri,” ungkap Arif (11/10). Ketua Panitia Makrab Himagrita, Fahrizal, pun angkat bicara. “Panitia makrab Himagrita lebih siap untuk tanggal tersebut. Kami juga sudah mengkonfirmasi ke BEM dan diberi kelonggaran waktu,” ungkapnya (9/10).

Hal ini tentu merugikan Hima-unit tersebut. Baik panitia maupun peserta terbagi-bagi. Hingga muncul kesan saling berebut peserta makrab. Belum lagi, mahasiswa angkatan 2012 bingung menentukan pilihan akan mengikuti kegitan makrab Hima atau UKM.

Padahal, sudah sewajarnya mereka dapat mengikuti makrab keduanya. “Padahal saya ingin ikut makrab hima sama UKM, tapi tanggalnya bentrok. Akhirnya saya lebih memilih makrab Himagrita daripada makrab Sega,” papar Putri, Agrobisnis’12 (8/10). Ia mengakui, alasannya memilih makrab hima karena menurutnya lebih wajib dibandingkan UKM. “Organisasi di hima lebih mendalam ke bidang keprofesian sedangkan unit hanya untuk pembelajaran dan mengembangkan bakat,” tambahnya.

Alhasil, peserta makrab masing-masing hima dan UKM pun menyusut. Seperti Bezper yang harus kehilangan calon peserta makrab dari Himagrita dan Himasela. Seperti dituturkan ketua panitia makrab Bezper, Elang Lingga. “Peserta jadinya menyusut karena ada hima yang melaksanakan makrab pada tanggal yang sama,” tuturnya (10/10).

Rasa tidak enak pun muncul terutama antar UKM. Sebelumnya Bezper menjadwalkan makrab tanggal 13-14 oktober, kemudian dimajukan menjadi 6-7 Oktober. “Pelaksanaan makrab kami majukan agar tidak berebutan dengan unit lain. Kan gak enak” tambah Gading Pangukir Ketua Umum Bezper.

Bentroknya jadwal makrab hima-unit ini sangat disayangkan. Sebab, baik Hima maupun UKM telah mempersiapkan kegiatan menarik sesuai esensi organisasi masing-masing bagi seluruh calon anggotanya. Diharapkan, melalui makrab, dari awal telah terbentuk rasa ingin berkontribusi untuk mengikuti proses di dalam organisasi kampus. Seperti diungkapkan Ketua Panitia Makrab Himateta, Marga A., ITP ’10, makrab himanya bertujuan untuk mengarahkan mahasiswa baru untuk lebih menguatkan suatu organisasi. (8/10)

Sebagai rangkaian proses awal, setelah mengikuti OSMB dan EXPO, muatan berkontribusi di organisasi yang disampaikan saat makrab, diakui salah satu peserta makrab Himateta sangat mengena. Nikamtun Nihayah, ITP’12 mengaku setelah mengikuti OSMB, EXPO, dan Makrab, dirinya ingin turut aktif dalam organisasi kampus dan kenal lebih dekat dengan senior maupun teman-teman seangkatannya. “Ikut makrab jadi sadar akan kesalahan diri dan ingin berusaha memperbaikinya agar lebih disiplin lewat organisasi”, tambahnya (10/10).

Ke depannya, kendala teknis bentrok waktu makrab semacam ini perlu diantisipasi. Hima-unit mengharapkan adanya monitoring dan mem-plotkan tanggal sejak jauh-jauh hari. “Sebaiknya makrab unit lebih dahulu dilaksanakan, karena pada dasarnya unit mencari anggota,” ungkap Gading. Menurutnya, perlu ada kerja sama saling dukung dengan baik antara Hima dengan UKM. Selain itu, hima sudah memiliki anggota tetap. “Hima, sebelum dan setelah makrab pun punya anggota tetap, sedangkan unit masih mencari anggota. Kalaupun terpaksa harus ada yang bentrok, paling tidak jangan banyak-banyak, agar mabanya tidak bingung” ungkap Gading. (Jovita/Nita/Kasol)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar