KPR Gelar Debat Calon Presiden Bem Faperta 2014

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Suasana di dalam Auditorium Faperta

saat Debat Capres berlangsung (08/05). (Foto: Romdoni)

Kamis (08/05), bertempat di Auditorium Fakultas Pertanian, Komisi Pemilihan Raya (KPR) menggelar debat Calon Presiden BEM Fakultas Pertanian. Debat Capres BEM dihadiri oleh dua pasang capres, Samsul Mashari nomor urut 1 dan Akbar Bimo Prastio nomor urut 2. Sekitar 100 audiens menghadiri jalannya acara.
Jalannya acara dipimpin oleh seorang moderator dan dua panelis, Dyah Susanti, S.P., M.P. dan Standy Christianto, S.P. Selain itu juga hadir tamu undangan dari perwakilan dari Hima-unit. Agenda debat dimulai pukul 13.30 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan totalitas mahasiswa. Acara debat terbagi menjadi  tiga sesi. Sesi pertama adalah penyampaian Visi Misi dari masing-masing capres yang ditanggapi panelis. Dalam sesi ini,  Samsul mengungkapkan visinya,  “Bersama mewujudkan BEM Kema Faperta yang hebat dan berkarakter”. Sedangkan visi yang diusung Bimo adalah, “Berkolaborasi untuk mencapai satu keutuhan Fakultas Pertanian”. Menurut Standy, dari kedua visimisi calon tidak ditemukan sesuatu yang unik, “Sebenarnya inti dari kedua visi dan misi ini sama, apa keunikan yang kalian miliki ?,“ ujarnya (08/05).
Sesi kedua menguji wawasan dan opini di lingkup pertanian. Dalam sesi ini terdapat tiga pertanyaan seputar pertanian, mahasiswa dan nasionalisme, kedua calon menjawab pertanyaan dengan lugas. Suasana makin panas ketika memasuki sesi ketiga. Pada sesi ini, mahasiswa dibebaskan mengajukan pertanyaan kepada kedua calon. Mahasiswa diantaranya mencoba menguji pandangan capres terkait perekrutan kabinet, fungsi BEM, sampai pentingnya Muskema.
Terkait sistem perekrutan kabinet, keduanya sepakat  dengan Sistem Open Recruitment. “Yang saya pakai open recruitment untuk staff dan lobbying untuk para menteri,“ ujar Samsul. Bimo menambahkan,  “Sistem Open recruitment dan jajak pendapat antara Hima-unit , screener bisa dari kabinet BEM tahun sebelumnya,” jelas Bimo.
Rangkaian kegiatan debat ini juga menampilkan Video yang dibuat oleh KPR dan ditutup oleh orasi dari masing-masing capres.  Muhammad Sodiqurrifki selaku Ketua KPR mengungkapkan, tujuan diadakannya debat ini sebagai wadah untuk para kandidat menunjukan kemampuannya dan mendekatkan diri dengan pemilih, “Dengan diadakannya debat ini diharapkan pemilih dapat lebih mengenal kedua calon dan menentukan pilihan yang tepat sehingga mengurangi angka golput pada Pemira 12 mei mendatang,”tutupnya (08/09). (Selpi)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar