Kembalinya Kuisioner Evaluasi Dosen

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
9

Pengisian kuisioner evaluasi dosen kembali diadakan. Kini pengisian dilakukan sebelum pencetakan kartu ujian melalui Sistem Informasi Akademis (SIA). Sebelumnya kuisioner penilaian pernah diadakan namun diberhentikan. Hal ini diungkapkan oleh Kusja, S.IP., Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik Dan Kemahasiwaan Unsoed, “Pada 2014, sempat diterapkan namun karena servernya tidak kuat sehingga diberhentikan,” ungkapnya (27/12).

Peneraparan kuisioner bertujuan sebagai penilaian bagi dosen, “Kuisioner diterapkan di semua fakultas untuk penilaian mutu akademik. Dosen akan dinilai oleh mahasiswa,” terang Kusja. Senada dengan Kusja, Ir. G.H. Sumartono, M.S, M.Si., Dosen Faperta Unsoed menyebut kuisioner yang menilai kinerja dosen selama satu semester menjadi sarana perbaikan bagi dosen. “Dosen mendapatkan masukan sebagai koreksi,” ungkap G.H. Sumartono (28/12). Ia juga menambahkan, “Semakin bagus apabila banyak yang mengoreksi,” tambahnya.

Kini kartu ujian dapat dicetak setelah mengisi kuisioner, “Dilakukan sebelum cetak kartu ujian agar dosen dapat dinilai oleh mahasiswa. Semua mahasiswa wajib mengisi,” ungkap Kusja. Namun, Ani Faturrohmah, Mahasiswi Akuntansi 2015 menilai pengisian kuisioner sebelum mencetak kartu ujian terkesan mepet. “Lebih baik sebelum cetak Kartu Registrasi Mahasiswa (KRS). Karena jika mau cetak kartu ujian terkadang mepet,” ungkapnya (28/12).

Harapannya adanya kuisioner penilaian dapat membawa perubahan dosen ke arah yang lebih baik. Seperti yang diungkapkan Khairul Amri, Mahasiswa Agroteknologi 2014, “(Harapannya) Ada perbaikan dari dosen yang bersangkutan,” (28/12). Senada dengan yang diungkapkan Amri, Ani juga mengharapkan perubahan dari dosen, “Dosen lebih komunikatif dengan mahasiswa,” tuturnya. (Catur/Ersa)

 

Karikatur: Agc/Riva

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
9

Komentar

Orang berkomentar