Kejelasan BEM Biologi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Dua puluh tahun lamanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Biologi vakum, kini lembaga itu terlahir kembali. Ibarat bayi baru lahir alih-alih disambut baik, kehadirannya justru ditolak oleh beberapa pihak.
BEM sebagai lembaga yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan eksekutif dan penghubung mahasiswa dengan birokrat mutlak diperlukan. Mei 2014 lalu, BEM Fakultas Biologi terbentuk. Meskipun sudah terbentuk BEM, kegiatan hima-unit di Fakultas Biologi hingga saat ini dijalankan secara terpisah tanpa ada campur tangan BEM.
Menurut Oktavia Putri Rahmawati, Presiden BEM Fakultas Biologi, “Kita (BEM) tidak bisa mengubah kultur biologi yang terbiasa tanpa BEM,” ujarnya (18/9). Sistem lama yang masih diberlakukan itu pendanaan setiap kegiatan yang masih terpusat di Pembantu Dekan III, “Proposal langsung diajukan ke birokrat karena BEM baru terbentuk,” ujar Dr. Agus Nuryanto M.Si. selaku Pembantu Dekan III Fakultas Biologi (16/9).
Meskipun pendanaan terpusat di PD III, pihaknya (BEM) tetap memantau kegiatan hima-unit melalui PD III, “Untuk mengetahui kegiatan tiap hima-unit, kita deket sama PD III. Secara personal kita juga sering ngobrol dengan tiap hima-unit,” ungkap Okta.
Selain itu, badan eksekutif ini diharapkan mampu menjembatani antara pihak birokrat dan mahasiswa. Agus mengungkapkan, pihaknya sempat mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan mahasiswa, “Kita (birokrat) juga sulit berkomunikasi dengan mahasiswa. Kalau ada BEM kan ada media penyalurnya,” ujarnya.
Agus menjelaskan bahwa keberadaan BEM ini memang seyogyanya ada di Fakultas Biologi sejak lama, “Dahulu waktu BEM Fakultas Biologi belum terbentuk, banyak surat yang tak tahu juntrungannya. Mahasiswa Biologi juga sering ketinggalan informasi,” ungkapnya (16/9).Hal ini diamini oleh Okta, “Tak ada delegasi yang mewakili mahasiswa Fakultas Biologi di tingkat universitas,” ujarnya (18/9).
Kendati sudah diresmikan, beberapa pihak menolak adanya BEM Fakultas Biologi. Salah satu bentuk penolakannya adalah tidak mengikuti kegiatan expo OSMB. “Ada proses yang kurang benar dalam pembentukan BEM dan beberapa hima unit belum mau menerima. Jadi, apa yang diadakan BEM ya nggak mau ikutan,” ungkap Shokhikhun Natiq, Ketua Umum Bio  Eksplorer. Selain itu, kemunculan BEM baru belum menimbulkan perubahan yang signifikan, “Belum terasa dampak apapun dengan adanya BEM,” ungkap Gianti Sibarani, mahasiswa Biologi 2012 (16/9).
Menanggapi hal tersebut, Okta mengungkapkan, “Setiap orang bebas berpendapat dan pandangan setiap orang memang berbeda-beda,” ungkapnya. Disisi lain Okta menyayangkan adanya penolakan tersebut, “Kenapa baru dikritisi, bukan dari awal prosesnya,” tegas Okta. Pihak BEM sendiri sudah berupaya untuk menjalin komunikasi, “BEM sudah coba adakan forum UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), tetapi yang datang sedikit,” kata Okta.
Keberadaan BEM Biologi akan diperjelas ke depannya. Agus menambahkan, dalam fase awal ini, lebih difokuskan untuk menguatkan BEM, “Masa-masa seperti ini digunakan untuk menguatkan BEM itu sendiri,” ujarnya. Selanjutnya, BEM akan tetap dilibatkan dalam pendanaan setiap kegiatan, “Awal 2015 saya jadwalkan untuk semua kegiatan harus melalui BEM. Untuk tahun ini masih ke PD III,” pungkas Agus. (Dwi/Isti)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar