Kartu ‘Kuning’ Kembali Diberlakukan Mulai Yudisium periode 2

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
35

Kartu kendali kegiatan mahasiswa yang biasa disebut kartu kuning kembali diberlakukan. Kartu yang berisi tentang rekam jejak kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ini menjadi salah satu persyaratan yudisium bagi mahasiswa fakultas pertanian. Kartu tersebut telah disahkan sejak 2017 melalui SK Dekan No. 123 Tahun 2017 akan tetapi sempat mengalami vakum.

Pemberlakuan kartu kendali ini kembali ditetapkan sebagai syarat yudisium. Kartu kuning mulai ditetapkan pada yudisium 2 periode wisuda Maret tahun ajaran 2019/2020. Berbeda halnya dengan yudisium 1 yang tidak mensyaratkan pemenuhan kartu kuning didalamnya. Hal ini diungkapkan oleh Mohammad Alif Rivandi Mahasiswa Agroteknologi 2015, “Untuk yudisium satu tidak mensyaratkan pemenuhan kartu kendali,” ujarnya (17/2).

Terkait dengan Prosedur Pemenuhan kartu kendali, Achmad mengungkapkan Apabila telah memenuhi, dapat langsung diurus di Bapendik, “Apabila sudah memenuhi dapat diurus ke Bapendik”, ujar Achmad. “Kalau poin yg didapatkan belum memenuhi nilai minimal lulus, nanti ada kebijakan tergantung WD 1 dan WD 3” Tambahnya. Proses penilaian nantinya diurus oleh Bapendik, “Penilaian kartu kuning nantinya dilakukan Bapendik dengan bukti kegiatan dari mahasiswa, Apabila sudah memenuhi nanti ditanda tangani WD 3,” jelas Achmad.

Meskipun kelanjutan kartu kendali diperjelas, namun terdapat beberapa kendala yang dirasakan oleh mahasiswa, terlebih mahasiswa yang akan mendaftar yudisium 2. “Infonya dadakan jadi kurang efektif,” tutur Fathia, mahasiswa Agribisnis 2015 (17/2). Selain info yang baru, tidak adanya sosialisasi juga membuat mahasiswa masih kurang paham akan kartu kendali ini. “Ngga ada sosialisasi terkait kartu kendali ini,” tambah Fathia. Menurut achmad bahwa penetapan kartu kendali sebagai syarat telah ditetapkan atas persetujuan WD 1 dan WD 3, “Hal ini sudah disepakati untuk diberlakukan secara maksimal,” jelasnya.

Dengan berbagai kendala yang ada, Fathia berharap informasinya agar tidak mendadak dan diadakan sosialisasi agar ada kejelasan, “Semoga untuk kedepannya nggak ada info mendadak dan segera diadakan sosialisasi,” pungkasnya. (Syifa/Mita)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
35

Komentar

Orang berkomentar