Hari Buruh, Bupati Banyumas Siap Kawal Kasus HGU

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Bupati beserta jajarannya melakukan negosiasi dengan peserta aksi Hari Buruh Internasional di Pendopo Bupati Banyumas (1/5).(Ayu)
       Bupati Banyumas, Achmad Husein, setuju untuk mengawal kasus Hak Guna Usaha (HGU) PT. Rumpun Sari Antan (RSA) di Desa Darmakradenan Ajibarang, Banyumas. Bersama 3 orang perwakilan dari Serikat Tani Amanat Penderitaan Rakyat (Stan Ampera) yang rencananya akan berangkat menemui Badan Pertanahan Nasional (BPN) ke Jakarta untuk menjalani proses secara prosedural. Kesepakatan ini dilakukan saat peringatan Hari Buruh Internasional atau mayday di pendopo Bupati, hari ini Kamis (01/05).
      Selesai audiensi  saat ditemui Agrica, wakil Bupati Banyumas, Budhi Setiawan mengungkapkan, “Kami akan mengawal dan memfasilitasi warga Darmakradenan,” katanya (1/5). Ditemui secara terpisah, Slamet Suparno, Ketua Paguyuban Petani Banyumas (PPB) menyatakan ketiga orang yang akan berangkat ke Jakarta merupakan petani Darmakradenan.
       Sebelumnya, Masa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Banyumas (FPR Banyumas) yang terdiri dari aliansi Stan Ampera, Paguyuban Petani Banyumas (PPB), PMII, BEM UMP, STAIN, IMM, BEM UNSOED, KAMMI Kathoza, HMI Komisariat Fisip, HPI MPO dan FMN menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional di depan Kantor Bupati Banyumas.
     Ratusan masa menuntut dicabutnya HGU atas PT RSA. “Kami hanya ingin bupati memberikan rekomendasi untuk mencabut HGU PT RSA,” ujar Slamet. Petani Desa Darmakradenan sudah merasa kesal karena selama 14 tahun tidak memiliki lahan garapan dan lahan untuk tinggal, seperti yang ditambahkan Slamet “Petani tidak punya tanah, perkebunan telah salah guna,”ucapnya. (Firman/AA/Vani)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar