Fapet Siapkan Sistem Finger Print

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Memasuki semester genap 2016/2017, Fakultas Peternakan (Fapet) Unsoed akan menggunakan sistem finger print untuk absensi mahasiswa. Perekaman jari untuk absensi finger print bagi mahasiswa juga sudah terjadwal mulai Senin (13/2) hingga Kamis (16/2).  Namun persiapan software atau aplikasi finger print belum didapat oleh Bagian Pelayanan Pendidikan (Bapendik) Fapet.

Saat disambangi Agrica, Suswadi, Bagian Administrasi Sarana Akademik Fapet mengaku belum mendapat aplikasi sistem finger print dari Bapendik Pusat.  “Saya belum dapat softwarenya, mudah-mudahan nggak mepet waktu perekaman jari,” tuturnya (2/2).  Sedangkan untuk persiapan perekaman jari, tidak semua mahasiswa dapat melaksanakannya sesuai jadwal.  Menanggapi hal tersebut, Suswadi mempunyai kebijakan.  “Nanti ada perekaman jari susulan bagi mahasiswa yang belum selesai PKL dan KKN sampai sebelum kuliah,” ucapnya.  Ia menambahkan, “Ketika memasuki kuliah ada yang belum perekaman jari ya tetap dilayani, tapi kalau alasannya masuk akal,” ujarnya.

Persiapan seperti alat finger print sudah terpasang di semua ruang kelas. Namun, Bapendik Fapet juga merencanakan penggunaan absensi manual.  “Absensi manual digunakan dua minggu saja selama masa perubahan dan pembatalan ruang kelas dan Kartu Rencana Studi (KRS) misalnya,” terang Suswadi.

Adanya sistem finger print direspon baik oleh mahasiswa Fapet,. Muhammad Yunan Helmi, mahasiswa Peternakan 2013, menyatakan, “Dengan finger print jadi lebih praktis dan bisa memperkecil kemungkinan kecurangan misalnya titip absen kuliah,” ujar Yunan (12/2).  Di sisi lain, Opik Kurniawan, mahasiswa Peternakan 2014, menilai sistem finger print juga mempunyai kekurangan, “Biasanya mahasiswa datang 10 menit sebelum kelas dimulai, padahal mahasiswa satu kelas ada 100 orang, jadi ngantri nantinya,” ungkap Opik (2/2).  (Agc/Ayu)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar