Evaluasi Kinerja: BEM Tidak Optimal

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Guido Purba sedang mengatur pelaksanaan evaluasi kinerja
triwulan awal BEM  KEMA Faperta
di Penopo Faperta (5/10). Foto: Janu
        Rabu (5/11), upaya melaksanakan fungsi pengawasan, DLM menyelenggarakan evaluasi triwulan (Agustus-Oktober) kinerja BEM Faperta di pendopo Fakultas Pertanian. Sejak dilantik Juli lalu, BEM tidak dapat melaksanakan progam kerja (proker) dengan baik, sehingga beberapa proker batal terlaksana.

Seperti yang diungkapkan Grazeka August P., Ketua Umum UKK, menyayangkan Porsemapa tidak dapat terlaksana, padahal dirinya
 siap membantu jika ada kendala. “Waktu perkumpulan kemarin, kami pun (Hima-unit) siap membantu, tapi sayang ngga ada tindak lanjutnya,” ujarnya (5/11). Sedangkan menurut Febri Kristianto, Menteri Dalam Negeri BEM Faperta mengungkapkan, bahwa ia telah melakukan oprec, namun ketika screening peserta yang datang sedikit dan juga sudah mendekati waktu muskema, maka dibatalkan. “Pas screening yang datang 28 dari 80 pendaftar, hingga sudah dibujuk banyak yang beralasan sibuk,” Ungkapnya (5/11).
          Ketidakoptimalan juga terlihat dari kinerja Menkominfo yang kurang dalam memberi informasi dan komunikasi melalui media sosialnya. “Ya, kurang aktif untuk mewacanakan isu karena perlu koordinasi dengan kasrat,” ujar Rifnaldi B., Menteri Komunikasi dan Informasi (5/11). Menurut Fahmi Hidayat selaku Ketua Umum Himasae, seharusnya sudah tahu batasan batasan kerja agar dapat menjalankannya dengan maksimal. “Seharusnya batasan kerja sudah tahu sehingga menkominfo dapat menginfokan hal lain selain isu,” ujarnya. Azam Pamungkas selaku Ketua Umum Himagreen juga menambahkan, jika mengenai isu perlu menunggu dari kasrat maka dapat menginfokan hal yang lain. “Seharusnya ada hal lain, misalnya menginfokan beasiswa seperti tahun kemarin,” katanya.
Kejelasan FKHUFP

         Di
 akhir evaluasi kinerja BEM, Guido Purba selaku ketua DLM, membahas akan keberlanjutan FKHUFP (Forum Komunikasi Hima-unit Fakultas Pertanian). Menurut Guido, forum ini dinilai penting keberadaannya, “Akan diadakan forum untuk membahas legalitas FKHUFP, terutama untuk bekal di Muskema nanti,” katanya (5/11). Hal ini diamini Azam, “Forum ini cukup penting bagi kelangsungan komunikasi Hima-unit,” Pungkasnya. (Argha/Firman)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar