Debat Capres Padat Topik

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Debat Calon Presiden BEM Kema Faperta digelar hari ini (19/4) pukul 16.00 di pendopo Faperta. Acara sempat tertunda karena minimnya mahasiswa yang hadir sehingga KPR turun tangan berkeliling mengajak mahasiswa untuk hadir. Bertindak sebagai moderator pada debat Capres kali ini, Ketua Umum Himagrotek, Satria Ardillah.

Kedua Capres, Bhaskara Anggarda dan Kukuh Priyo Aji mengenakan jas almamater dan duduk berdampingan di hadapan 80an mahasiswa yang hadir. Keduanya menjawab seluruh pertanyaan baik dari moderator maupun mahasiswa dengan tuntas. Debat kali ini diformat dalam tiga sesi dan padat akan topic bahasan.

           Suasana debat Capres Jumat (18/4)

Sesi pertama debat, moderator memberi pertanyaan pada kedua calon terkait pengantar politik kampus. Kukuh Priyo Aji menghimbau agar mahasiswa tidak apriori. “Jangan sampai terframe politik kampus itu busuk,” katanya (19/4). Sementara Bhaskara mengeluhkan, greget Pemira tahun ini menurun. Bhaskara mengharapkan dapat terjalin silaturahmi yang lebih baik antarhima-unit.

Moderator kemudian melanjutkan ke sesi dua. Di sesi dua, Capres diminta mengundi topik. Topik yang dibahas diantaranya korupsi rektor, birokrat kampus, pertanian Indonesia dan hima-unit. Mahasiswa yanh hadir cukup antusias mengajukan pertanyaan terkait topik tersebut di setiap sesinya.

Suasana makin panas ketika memasuki sesi ketiga. Pada sesi tiga, mahasiswa dibebaskan mengajukan pertanyaan kepada kedua calon. Mahasiswa diantaranya mencoba menguji pandangan Capres terkait perekrutan kabinet, cara Capres merangkul hima-unit dan lama periode BEM berikutnya. Kedua calon menjawab dengan lugas dan tegas.

Terkait komunikasi antarhima-unit, keduanya sepakat perlu ada penegasan kembali tentang jalur hima dan UKM. “Harapannya, bisa punya spesifikasi dan ciri khusus yang membedakan antar hima-unit,” kata Kukuh. Bhaskara berpendapat senada. “Hima bisa ngurangin proker yang bisa difasilitasi dan bekerja sama dengan UKM,” imbuhnya. Terkait perekrutan kabinet, kedua calon memiliki konsep berbeda. Kukuh merencanakan perekrutan terbuka, sementara Bhaskara lebih memilih lobbying.

Di akhir debat, kedua calon sama-sama menghimbau  mahiswa agar bersama-sama membangun kampus dan menjaga dinamisasi Faperta. (Lani)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar