Debat Capres-Cawapres BEM Tuai Kekecewaan dan Harapan

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
31

Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM Unsoed diselenggarakan di Ruang Seminar 1 Fakultas Peternakan Rabu (5/12).  Dihadiri oleh beberapa  elemen mahasiswa, acara debat berlangsung  dengan lancar. Namun, terdapat beberapa hal yang dinilai masih perlu di evaluasi. Setelah acara debat, maka masa tenang sebelum pencoblosan pada tanggal 10-11 Desember 2018 dimulai.

Mengusung tema “Aktualisasi BEM Dalam Mensinergikan Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed” debat bertujuan memperdalam visi misi pasangan calon agar lebih diketahui mahasiswa. “Tujuannya memperdalam visi misi agar lebih diketahui mahasiswa,” ungkap Ghiyas Desmana, Ketua Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsoed 2018 (5/12). Debat dibagi dalam tiga sesi, yaitu satu sesi tanya jawab antara panelis dengan paslon dan dua sesi tanya jawab diantara masing-masing calon.  Beberapa  topik yang disoroti diantaranya peran BEM dalam menciptakan iklim akademik dan sebagai media advokasi.

Namun, terdapat kekecewaan dari audiens yang mengikuti jalannya acara debat. Alfian Kasmyir, Mahasiswa Sastra Jepang 2015 mengungkapkan, “Panelis gak ada yang mewakili aspirasi mahasiswa. Semuanya bahas mahasiswa berprestasi, gak ada yang menyangkut kegiatan kemahasiswaan seperti fasilitas dan lain-lain,” keluh Alfian (5/12). Selain panelis yang dinilai belum sepenuhnya mewakili aspirasi mahasiswa, Alfian menambahkan, ”Disayangkan banget gak ada pertanyaan dari audiens, kesannya seperti membungkam,” tambahnya. Menanggapi kekecewaan tersebut, Ghiyas mengungkapkan, “Pertanyaan dari audiens ditiadakan karena ditakutkan ada intimidasi dan timbul pertanyaan yang subjektif dan menyudutkan salah satu calon,” ungkapnya.

Disisi lain, Dr. Kuat Puji Prayitno. S.H.,M.Hum. Wakil Rektor Bidang Kamahasiswaan Dan Alumni menyatakan bahwa debat capres-cawapres tadi sangat bagus untuk melatih kepemimpinan dalam berorganisasi. “Debat bagus untuk melatih kepemimpinan mahasiswa dan melatih organisasi,” ungkapnya (5/11). Kuat berharap BEM mampu menjadi motor untuk menghasilkan mahasiswa berprestasi, memberikan pengalaman organisasi kepada mahasiswa. “Harapnya BEM bisa jadi motor untuk menghasilkan mahasiswa berprestasi dan kemampuan berorganisasi, memberi pengalaman dan kepemimpinan kepada mahasiswa. Pihak universitas dengan BEM akan berkolaborasi, jangan saling berhadapan,” harap Kuat. Harapan juga muncul dari Alfian, “Harapan buat pemira unsoed semoga berjalan lancar, pemilih lebih banyak, paslon yang dipilih adalah yang terbaik dan netral,” harapnya. Senada dengan alfian, Ghiyas juga berharap,” Harapan pemira berjalan damai, yang diutamakan adalah adu gagasan bukan hate speech,” ungkap Ghiyas. (Rifkiyadi/Tsalaatsa)

 

Foto: Agc/Tsalaatsa

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
31

Komentar

Orang berkomentar