Damar dan Adnan Jadi Capres BEM Faperta

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Dalam forum pengundian nomor urut dan pengumuman Calon Presiden (Capres) BEM Kema Faperta, Damar Satriawan (kiri) dan M Adnan Tasema Dikvi (kana) sedang membuka undian nomor urut Capres BEM pada Jumat (27/11) di pendopo. Dari undian tersebut Damar mendapat nomor urut satu sedangkan Adnan mendapat nomor urut dua. Forum tersebut diadakan KPR dan dihadiri oleh  DLM, Capres BEM, dan Ketum Hima-unit beserta perwakilannya. (Foto: Agc/Janu)

Jumat (27/18), dalam forum pengundian nomor dan pengumuman Calon Presiden (Capres) BEM Kema Faperta, KPR mengumumkan kedua Capres. Kedua Capres tersebut adalah Damar Satriawan dan M Adnan Tasema Dikvi. Mereka dipilih sebagai Capres BEM setelah lolos verifikasi KPR.

Hal tersebut disampaikan Stefanus Septian Nugroho, Ketua KPR 2015, “Mereka adalah pendaftar Capres BEM yang lolos verifikasi KPR,” jelasnya ketika sedang mengumumkan Capres BEM (27/11). Dalam forum tersebut, kedua calon juga mengundi nomor urut. Dari hasil pengundian yang dilakukan, Damar mendapat nomor urut satu sedangkan Adnan mendapat nomor urut dua.

Kedua Capres tersebut menginginkan Faperta yang lebih baik. Walaupun seperti itu, Damar lebih mengarahkan perbaikan internal Faperta, “Faperta perlu perbaikan internal seperti mempersatukan Hima-unit yang sibuk di kegiatannya masing-masing dan semakin mendinamisasikan kampus,” terangnya (27/11). Dirinya telah memiliki progam untuk merealisasikan keinginannya. Namun, dirinya masih merahasiakan progam tersebut, “Tunggu saja nanti,” jelasnya.

Berbeda dengan Adnan yang menginginkan perbaikan internal dan eksternal, “Harmonisasi kampus dan penguatan jaringan ke luar Faperta seperti dinas pertanian harus semakin dikuatkan,“ tuturnya (27/11). Menurut Adnan, dalam merealisasikan progam eksternal dan internal, dia akan mengadakan ‘Boom Pangan Lokal’ dan mengembalikan kembali OSMB PADI ke mahasiswa.

Setelah pengumuman Capres BEM, agenda Pemira selanjutnya adalah kampanye media, orasi, dan debat Capres dari 30 November hingga 7 Desember. Menurut Septian, selama kampanye Capres BEM dan tim suksesnya dapat menaati peraturan mereka. Selain itu, segala bentuk kampanye harus dilaporkan KPR dan memperhatikan etika, “Segala bentuk kampanye harus dilaporkan KPR dan memperhatikan etika,” pungkasnya. (Janu)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar