Biaya KKN Meningkat, Alasan Biaya Hidup Tinggi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari-Februari 2014  mengalami kenaikan. Jika biaya tahun sebelumnya Rp 800 ribu kini meningkat menjadi Rp 975 ribu, ini berlaku untuk semua fakultas. Prof. Ir. Totok Agung D.H., M.P., Ph.D, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNSOED beralasan, kenaikan biaya KKN karena biaya hidup di desa mulai tinggi. “Masyarakat disana tidak bisa menjamin fasilitas yang baik seperti tahun lalu dengan biaya sama”, Ujarnya (19/11).

Jumlah gelombang KKN tahun 2014 yang dibuka sama dengan tahun lalu yakni sebanyak tiga kali, periode Januari-Februari, Juli-Agustus, dan Oktober. Sedangkan daerah yang difokuskan sebagai tempat KKN hanya 3 kabupaten yakni hanya Kabu-paten Brebes, Pemalang dan Purbalingga. Ini berbeda dengan tahun kemarin yang mencapai 9 kabupaten. Menurut Totok Agung, hal ini dilakukan sebagai usaha efisiensi, dengan cara mengurangi jumlah kabupaten, menambah jumlah desa. Totok menambahkan biaya operasional mengirim mahasiswa ke satu kabupaten relatif besar, sehingga apabila seperti tahun lalu yang mencapai 9 kabupaten biaya operasional semakin tinggi. “Dengan biaya meningkat, diharapkan pelayanan dari warga di desa lebih baik”, Jelas Totok Agung.

Atas hal ini, berbagai tanggapan datang dari mahasiswa. Menurut April, mahasiswi Agroteknologi 2010, dirinya merasa tidak keberatan dengan kenaikan tersebut selama dana yang mahasiswa keluarkan transparan, “Saya tidak merasa keberatan dengan kenaikan biaya KKN”, ujarnya (19/11). Selain April, mahasiswa lain Hasby, Mahasiswa Teknik Pertanian 2010, merasa kenaikan tarif KKN tanpa rincian yang jelas memberatkan mahasiswa. “Hanya dijelaskan bahwa itu biaya operasional dan biaya hidup”, ungkapnya (19/11). (Nofi/Romdoni)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar