Beliau, Ayah Kita

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Namanya sering didengar, tapi sering kali diabaikan

Beliau memberikan secercah energi kehidupan, tetapi kehidupanyapun tak dihiraukan
Capil dan cangkul seakan menjadi kartu identitasnya
Bekerja keras ditengah terik matahari itu kesehariannya
          Beliau tak pernah haus pujian
          Tak juga mengharap imbalan
          Beliau hanya mengharapakan senyum lebar dari anak -anaknya
Senyuman pemberi semangat yang mampu menghilangkan penat yang dirasanya 
Jika beliau berhenti berjuang
Ribuan umat akan kelaparan
Tetapi jika beliau baik-baik saja
Hanya sedikit orang yang meliriknya
Sebuah penghargaanpun tak cukup untuk  membayar jerih payahnya
          Beliaulah petani …
Beliaulah ayah kita …
          Ayah yang setiap detiknya memberikan energi kehidupan
          Beliau pantas disebut pahlawan kehidupan
                                                                             Oleh : Riski Evrianti (Agrica,2013)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

Orang berkomentar