Batas Presensi 70 Persen Belum Tersosialisasi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Kebijakan baru batas presensi atau kehadiran kuliah sejumlah 70 persen (sebelumnya 75 persen) belum dipublikasikan. Walaupun demikian, kebijakan tersebut sudah berjalan dalam Sistem Informasi Akademik (SIA) di periode kuliah 2015/2016. Padahal, Surat Keputusan (SK)  batas kehadiran baru tersebut belum turun.

Perubahan kebijakan dikarenakan hasil perhitungan absen 75 persen tidak bulat, yakni 10,5 dari 14 kali pertemuan. Berbeda dengan batas absen 70 persen, jumlah kehadiran sudah bulat yakni 10 kali kehadiran, “Banyak yang komplain ketika 75 persen, dengan 70 persen lebih mudah memasukkan absen ke SIA,” tutur pihak Bapendik FMIPA yang tidak ingin disebutkan namanya (1/6).

Kebijakan batas baru presensi lebih mementingkan musyawarah dan mufakat. Hal ini membuat kebijakan tersebut belum dipublikasikan. Selain itu, tidak ada forum khusus untuk menyampaikan informasi tersebut, ”Pengadaan penyebaran ke staf-staf biasanya hanya di sela rapat yang membahas agenda berbeda,” ujar Drs. Agus Hery Susanto, Wakil Dekan Bidang Akademik Biologi (20/5). Hal tersebut mengakibatkan banyak civitas kampus yang tidak mengetahui terkait kebijakan ini, “Saya terus terang belum tahu tentang itu (red: perubahan presensi menjadi 70 persen),” ujar Krissandi Wijaya, S.TP., M.Agr., Ph.D, Dosen Teknologi Pertanian (19/5). Hal senada juga disampaikan Fahriz Maulidan, Mahasiswa Teknik Pertanian 2015, “Jujur saya baru tahu,” tuturnya (19/5).

SK presensi yang baru belum keluar. Hal ini dapat memicu pelanggaran hukum, “Kebijakan yang berjalan tanpa SK secara hukum melanggar,” papar Sukirman, SH., M. Hum, Bagian Hukum Keperdataan Dagang, Fakultas Hukum Unsoed (1/6). Perubahan tersebut  dikhawatirkan dapat membawa dampak negatif bagi mahasiswa, “Saya kurang setuju, karena renggangnya presentase kehadiran dikhawatirkan membuat mahasiswa jadi malas kuliah,” terang Fahriz (19/5). (Ssy, Acip)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar