Audiensi UKT 2012 Tidak Membuahkan Hasil

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Audiensi UKT 2012 yang sebelumnya tertunda 2 kali, akhirnya dilaksanakan Rabu (24/8) pukul 14.00 WIB di gedung rektorat lantai 1. Nyatanya audensi tak menghasilkan titik temu lantaran tuntutan tidak dipenuhi sebagaimana mestinya. Keberlangsungan audiensi juga diberhentikan Wakil Rektor 3 karena alasan belum ada kesepakatan sebelumya..

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari surat yang dikirimkan kementerin advokasi BEM Unsoed kepada Rektor mengenai tuntutan UKT Mahasiswa 2012. Sebelumya pihak rektorat telah melakukan Rapat Pimpinan antara Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni dan beberapa perwakilan fakultas. Namun putusan yang dihasilkan berupa penurunan UKT sebesar 50% pada mahasiswa semester 8 tidak sesuai dengan tuntutan yang diberikan. “hasilnya ada Kebijakan bagi mahasiswa akhir yang dapat mengajukan penurunan UKT sebesar 50%  pada fakultasnya masing-masing”, jelas Dr. Ir. V. Prihananto, M.si, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni saat pembukaan audiensi (24/8).

Keputusan diatas dinilai tidak sesuai atas 4 tuntutan  mahasiswa 2012, salah satunya kebijakan  penurunan UKT sebesar 70% atau minimal 60% bagi mahasiswa sarjana semester 8 dan Diploma semester 6 yang putusannya  malah mendapatkan potongan hanya sebesar 50%. Hasil tuntutan lainnya memberlakukan kebijakan penurunan UKT, mengembalikan uang pembayaran sesuai dengan penurunan UKT, dan penangguhan waktu pembayaran UKT Unsoed masih belum ditangani pihak rektorat.

Rektor juga menjelaskan salah satu alasan penolakan penurunan UKT adalah masa belaku UKT yang hanya 8 semester, setelah melewati masa itu yang berlaku adalah Biaya Kuliah Tunggal (BKT). Selain itu jika melakukan penurunan UKT adalah beban tersendiri bagi pihak universitas. “setelah masuk semester 9 itu masuk ke BKT  berarti sudah tidak ada bantuan dari pemerintah”, jelas Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si., Rektor Unversitas Jenderal Soedirman (24/8). Pihak universitas telah membantu mahasiswa dengan tidak ditetapkan BKT melaikan tetap UKT, sehingga walau telah 8 semester uang kuliah tidak akan naik.

Faisal Ashari selaku perwakilan mahasiswa Hukum 2012 mengungkapkan belum puas dengan hasil rapat pimpinan yang digelar sebelumnya.  Alasannya adalah ketidakjelasan sistem penurunan UKT hanya berlaku bagi mahasiswa yang mangambil pendadaran, selebihnya tetap membayar penuh,”Kami pihak mahasiswa belum mendapat kepuasan karena ada ketidakjelasan dari mekanisme pembayaran UKT nantinya ” paparnya disaat audiensi (24/8). Melihat proses audiensi berjalan tidak seperti yang diinginkan, Yopi Delauri mahasiswa Pertanian 2012, berharap akan ada tindak lanjut dari pihak fakultas untuk menutaskan masalah ini, “saya berharap ada diskusi lagi di fakultas karena masalah sudah dilimpahkan kesana“ ujarnya (24/8). (Anggia/Laras)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar