Aparat dan Pemerintah Banyumas Tandatangani Tuntutan Aksi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Selasa (1/10) Aliansi Mahasiswa Banyumas menggelar aksi “Duka Cita Demokrasi dan Kawal Tuntutan”. Aksi ini merupakan kelanjutan dan bentuk respon terhadap aksi yang berlangsung pada tanggal 23 dan 24 September lalu di berbagai daerah. Terdapat lima poin tuntutan dalam aksi tersebut, diantaranya mengenai pengawalan Revisi UU KPK, RKUHP, dan penolakan berbagai tindakan represif terhadap aktivis mahasiswa maupun masyarakat.

Fatih Fida Ain, Presiden BEM Unsoed menyebutkan aksi tersebut merupakan bentuk komitmen pengawalan isu oleh mahasiswa Banyumas, “Kami (red: mahasiswa banyumas) berkomitmen mengawal tuntutan pada 23 september, termasuk aksi serupa di berbagai daerah,” ungkapnya (1/10). Terkait tuntutan represifitas, mahasiswa meminta Kepolisian Resor (Polres) Banyumas agar bersama-sama berkomitmen menjaga kondusifitas, “Kami juga berkomitmen bersama menjaga situasi kondusif agar kedepannya tidak ada tindakan represif kembali,” jelas Fatih.

Menanggapi hal tersebut, Ir. Achmad Husein selaku Bupati Banyumas mengapresiasi tindakan yang dilakukan mahasiswa, “Mahasiswa masih punya hati yang bersih dan membela rakyat, jerih payah mahasiswa akan kami dengarkan dan disampaikan dengan baik kepada pemerintahan pusat,” ungkapnya (1/10). Supakat, S.H., M.H selaku wakil DPRD Banyumas menyetujui tuntutan yang disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Banyumas. “Kami menyetujui tuntutan mahasiswa, dan sudah disampaikan ke pusat, selanjutnya akan terus kami kawal,” ujarnya (1/10).

Selain tuntutan Revisi UU KPK dan RKUHP, massa aksi juga menuntut bahwa tidak akan ada tindakan represif ataupun kriminal terhadap aktivis massa aksi yang berdemonstrasi sesuai dengan prosedur yang ada. Polres Banyumas memastikan tidak akan terjadi tindakan represif kepada masyarakat, “Saya pastikan tidak akan ada tindakan repesif dari Polres Banyumas,” jelas AKBP Bambang Yudhantara Salamun  selaku Kepala Kepolisian Resor Banyumas (1/10).

Aksi direspon baik ditandai dengan penandatanganan tuntutan peserta aksi oleh Bupati, Wakil DPRD, Kapolres, Dandim 0701, serta perwakilan peserta aksi.  Setelah penandatanganan, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi tuntutan secara bersama-sama oleh seluruh pihak yang menyetujui. Fatih berharap, ”Semoga tuntutan yang ditandatangani tidak akan dikhianati,” harapnya. (Agc/Sasa/Dewi)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

Orang berkomentar