Antisipasi Covid-19, Seminar Proposal Dilaksanakan Tertutup

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
67

Menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tentang Kesiapsiagaan dan Tindakan Antisipasi Pencegahan Penyebaran Infeksi COVID-19 di Unsoed, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta), Dr. Ir Anisur Rosyad, M. S. mengeluarkan surat edaran terkait hal serupa.

Terdapat 22 poin dalam surat edaran tindakan antisipasi virus COVID-19 oleh Faperta, diantaranya pada poin delapan yaitu seminar proposal, seminar hasil, tesis, disertasi dan sidang skripsi dilaksanakan secara tertutup tanpa kehadiran mahasiswa lain sebagai peserta. “Seminar proposal hanya dihadiri oleh mahasiswa yang melakukan seminar, dosen pembimbing, dan penelaah,” ungkap Dr. Ir. Hidayah Dwiyanti, M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian (17/3). Hal tersebut akan secara otomatis menggugurkan salah satu persyaratan jumlah minimal peserta seminar, “Seminar dapat langsung dimulai tanpa harus menunggu 10 mahasiswa lain datang,” tambah Hidayah. Terkait dengan pengisian kartu kehadiran seminar proposal mahasiswa lain, Hidayah mengungkapkan hal tersebut tidak akan menjadi kendala, “Tidak akan ada masalah terkait kartu seminar,“ tegasnya.

Hidayah mengungkapkan jika peraturan tersebut akan dilaksanakan selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 16 Maret 2020. “Mengenai poin delapan akan diuji coba terlebih dahulu selama 14 hari, kemudian akan ditetapkan peraturan lanjutan sesuai kondisi yang terjadi,” jelas Hidayah.  Oleh karena itu, Hidayah menghimbau civitas akademika Faperta agar tidak panik dan tetap mematuhi aturan yang berlaku, “Civitas akademika sebaiknya menaati peraturan yang ditetapkan sembari menunggu perkembangan lebih lanjut,” tutur Hidayah. Terkait hal-hal yang masih menimbulkan pertanyaan dapat langsung dikomunikasikan dengan pihak Fakultas, “Jika ada hal-hal yang dibingungkan mari diskusikan bersama,” tambah Hidayah.

Menanggapi hal tersebut, Baharudin Ahmad Sobari, Mahasiswa Agribisnis angkatan 2017 mengapresiasi tindakan pihak Fakultas, “Faperta sudah berusaha melakukan yang terbaik, kita ikuti saja sambil memantau perkembangannya,” ungkap Bahar (17/3). Selaras dengan Bahar, Fitrasari Agatha selaku Mahasiswa Agribinis angkatan 2016 mengusulkan solusi berupa pelaksanaan seminar proposal secara online agar tetap menghadirkan massa, “Seminar dapat dilakukan melalui teknologi streaming agar dapat sharing dengan mahasiswa lain tanpa tatap muka,” tutur Fitrasari (17/3). (Agc/Sasa/Dewi)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
67

Komentar

Orang berkomentar